Unusa Kaji Konsep Pendidikan Finlandia

    Intan Yunelia - 13 Januari 2020 11:50 WIB
    Unusa Kaji Konsep Pendidikan Finlandia
    Seminar internasional tentang konsep pendidikan di Finlandia. Foto: Unusa/Dok.Humas
    Jakarta:  Universitas Nahdaltul Ulama Surabaya (Unusa) mengadakan Seminar Internasional terkait konsep pendidikan di Finlandia Kamis, 9 Januari 2020.  Seminar tersebut menghadirkan Pakar Pendidikan Allan Schneitz (Finlandia), Muslimin Ibrahim (Indonesia), dan Munif Chatib (Indonesia) untuk memberikan wawasan tentang pendidikan di Finlandia.

    Seperti diketahui, Finlandia terkenal sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Pendidikan di negeri ini secara rutin mengungguli Amerika Serikat dengan indikator literasi membaca, sains, dan matematika.

    Finlandia selalu menempati skor terbaik dalam survei penilaian siswa internasional (PISA) yang dilakukan tiga tahun sekali sejak 2000.  Pencetus ide Dream School asal Finlandia, Allan Schneitz mengungkapkan, pendidikan harus mampu menyiapkan anak-anak untuk menghadapi masa depannya.

    Karena tantangan yang datang di masa depan akan berbeda dengan apa yang terjadi saat ini.  "Tujuan pendidikan yang utama adalah menyiapkan bekal bagi anak-anak untuk menghadapi masa depannya. Karena itu perlu bagi para pendidik untuk mendapatkan wawasan apa yang sebenarnya terbaik bagi anak-anak dalam pendidikan di sekolah," kata Allan dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Senin, 13 Januari 2020.

    Ia mengungkapkan, Finlandia selama dinilai sebagai negara dengan pendidikan terbaik karena menerapkan konsep pendidikan yang sederhana.  Yaitu konsep pendidikan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta didik untuk dapat mengembangkan minat dan bakatnya. 

    Finlandia mengedepankan nilai-nilai baik yang membentuk perilaku dan sikap positif.  Finlandia percaya semua anak memiliki keunggulan masing-masing selama diberi kesempatan.

    “Anak-anak tepat belajar matematika, bahasa sebagai pengetahuan dasar. Tapi kami lebih mengedapankan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai pada anak-anak," ujar Allan.

    Secara khusus Allan menyebutkan, ada keterampilan khusus untuk abad 21 yang harus dimiliki peserta didik.  Bagaimana menumbuhkan kreativitas, membangun kerja sama dan berkolaborasi, berpikir kritis dan membangun komunikasi.

    Di waktu yang sama, Pakar Pendidikan Indonesia, Munif Chatib mengatakan sikap guru di sekolah sangat berpengaruh dalam proses belajar. Guru tegas dalam hal ini berbeda dengan guru keras. 

    Sebagai contoh, ujar Munif, pada usia dini anak-anak cenderung bersikap sesuai dengan apa yang diinginkan guru.  Namun ketika mendapati guru memberikan perintah dengan nada tinggi misalnya, sangat mungkin siswa akan melakukan pekerjaan yang diperintahkan.

    "Bisa jadi hal ini hanya merupakan tindakan untuk menyenangkan guru, bukan tindakan yang benar-benar ingin dilakukan oleh siswa. Bukan tidak mungkin hal ini dilakukan dengan disertai rasa terpaksa, takut, atau bahkan tertekan," paparnya.

    Dosen Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unusa ini menambahkan, sikap tegas cenderung membuat kelas menjadi lebih tertib dan teratur.  Sedangkan sikap garang cenderung menimbulkan suasana kelas yang menegangkan.

    Paling penting, kata Munif, untuk diingat adalah bahwa dunia dan kehidupan terus berkembang, begitu pula manusia yang ada di dalamnya.  "Guru harus bersikap sebagai teman belajar sekaligus bermain bagi siswa, bukan seorang guru kelas semata," pungkasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id