Belajar dari Kasus Unand, Dikti Minta Kampus Tertib Perbarui Data Mahasiswa

    Citra Larasati - 17 Juli 2021 21:01 WIB
    Belajar dari Kasus Unand, Dikti Minta Kampus Tertib Perbarui Data Mahasiswa
    Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemendikbudristek, Nizam. Foto: Zoom



    Jakarta:  Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemenrstekdikti), Nizam meminta Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar tertib dalam mengelola dan memperbarui data mahasiswanya.  Sebab data mahasiswa yang tidak diperbarui berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    Pasalnya, jumlah mahasiswa pada data yang tidak diperbarui tersebut akan berbeda dengan jumlah setoran yang diberikan kampus ke negara.  Di situlah potensi temuan BPK bisa muncul.

     



    "Betul, kita selalu ingatkan agar perguruan tinggi tertib mengelola dan meng-update data mahasiswanya," kata Nizam kepada Medcom.id, Sabtu, 17 Juli 2021.

    Sebelumnya, sebagian mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang diisukan dikeluarkan ternyata mengundurkan diri.  Mereka adalah mahasiswa semester awal yang masuk pada dua prodi, sehingga akhirnya memilih satu prodi yang diminati atau sudah kuliah di kampus lain.

    Akibatnya, mahasiswa yang lolos ke Unand tersebut tidak melakukan daftar ulang, sehingga secara administratif masih terdata sebagai mahasiswa Unand.

    "Jadi bukan dikeluarkan, tapi yang bersangkutan memilih prodi yang diminati dan mengundurkan diri dari prodi lainnya," terang Sesdirjen Dikti Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani, menirukan penjelasan Rektor Unand.

    Baca juga:  Mengkonfirmasi Kabar 167 Mahasiswa Unand Dikeluarkan, Dikti Langsung Telepon Rektor
     
    Selain itu, terdapat beberapa mahasiswa yang sudah melebihi semester 15 dan melebihi batas waktu pembelajaran. Sehingga jika mau melanjutkan diharapkan segera melapor ke Unand secara resmi untuk dicarikan solusi.
     
    Nizam mengatakan, seharusnya perguruan tinggi tertib melakukan evaluasi di setiap semester.  Sehingga jika ada data mahasiswa yang belum daftar ulang bisa terdeteksi dan segera dibersihkan datanya. 

    Di kasus Unand ini, kata Nizam, kemungkinan pihak kampus masih menunggu sampai semester berikutnya, baru dibersihkan datanya. "Jadi pada dasarnya itu hanya soal pembersihan data saja. Mahasiswanya mungkin sudah pindah tanpa mengurus pengunduran diri ke perguruan tingginya," ungkap Nizsm.

    Nizam pun mengaku langsung mengkonfirmasi kabar dikeluarkannya 167 mahasiswa tersebut ke Rektor Unand, Yuliandri.  Namun setelah mendapatkan penjelasan Nizam mengaku lega, sebab kasus ini tidak ada kaitannya dengan keluarnya mahasiswa akibat kondisi ekonomi mahasiswa yang terdampak pandemi covid-19.

    "Sudah clear, tidak ada kaitannya dengan covid. Biasanya mahasiswa tersebut tidak daftar ulang karena diterima di perguruan tinggi atau prodi lain yang lebih diminati," jelas guru besar Universitas Gadjah Mada ini.

    Ia menegaskan, bahwa yang terpenting saat ini adalah Unand maupun perguruan tinggi lain harus dapat memastikan tidak ada mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah karena tidak sanggup bayar uang kuliah.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id