Filantropi Jadi Modal Sosial Masyarakat Hadapi Pandemi

    Arga sumantri - 23 Mei 2020 16:10 WIB
    Filantropi Jadi Modal Sosial Masyarakat Hadapi Pandemi
    Webinar STF UIN Jakarta. Dokumentasi UIN Jakarta
    Jakarta: Sikap dan aksi filantropi, atau cinta kasih terhadap sesama, bisa menjadi modal sosial masyarakat Indonesia menghadapi pandemi virus korona (covid-19). Cendekiawan muslim Azyumardi Azra menuturkan, sikap dan aksi filantropi memiliki akar kultural di tengah masyarakat Indonesia.

    "Masyarakat terbiasa saling bantu membantu dalam budaya gotong royong dan lainnya," kata Azra dalam Webinar Social Trust Fund (STF), mengutip laman Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020. 

    Azra menuturkan kehadiran organisasi-organisasi sosial keagamaan seperti Muhammadiyah, Mathla’ul Anwar, Nahdlatul Ulama, Al-Washliyah, dan lainnya juga terlahir dari kesadaran filantropis masyarakat Indonesia. Kesadaran inilah yang memperkuat masyarakat menghadapi berbagai dinamika sosial.

    "Bahwa kita memiliki ummat dengan tradisi filantropi yang cukup panjang. Dan ini semakin diperlukan, karena negara kita kesulitan keuangan. Maka sumber-sumber pembiayaan perlu digalakkan. Dan, umat Islam harus terdepan," papar Guru Besar Sejarah UIN Jakarta ini.

    Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily juga senada. Ia menilai filantropi menjadi modal sosial yang paling bisa diandalkan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19. 

    "Ini merupakan angin segar bagi ketahanan bangsa ini dalam menghadapi pandemi covid-19," kata Ace.

    Baca: Kemendikbud Keluarkan Surat Edaran Larangan Menerima Gratifikasi

    Ace mengatakan banyak masyarakat yang terus memberikan donasinya untuk membantu warga terdampak covid-19. Misalnya, banyaknya donatur menitipkan bantuannya bagi mahasiswa UIN Jakarta terdampak covid-19.

    Ace sepakat pentingnya merawat tradisi filantropi dengan melakukan pengawasan ketat bagi para lembaga filantropi. Kehadiran lembaga-lembaga filantropi sangat dibutuhkan dan perlu dikelola dengan sebaik mungkin.

    "Selain juga, pengelolaannya agar lebih akuntabel dan produktif," tambahnya.

    Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Lubis mengingatkan pentingnya penumbuhan semangat filantropi di kalangan generasi muda. Sebagai generasi penerus bangsa, kata dia, kesadaran filantropi yang terbangun dengan baik bisa menjadi modal penting bangsa di masa depan dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

    "Kita dengar banyak mahasiswa membutuhkan, tapi mereka bisa berdonasi dengan cara apa saja. Kalau tidak dengan cash, mereka bisa berdonasi dengan tenaga dan pikiran yang positif bagi masyarakat," kata Amany.

    Amany menambahkan, UIN Jakarta coba mengakomodasi dengan menempatkan kesadaran filantropis sebagai visi kampus. Visi filantropis diharap bisa menempatkan perguruan tinggi berkontribusi menjaga sustainabilitas bangsa, baik di masa krisis, maupun normal.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id