Rumitnya Bimbingan Skripsi via Daring

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 04 April 2020 09:09 WIB
    Rumitnya Bimbingan Skripsi via Daring
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Muhammad Nabil Al Faqih mengaku keteteran saat menuntaskan skripsinya di tengah pandemi virus korona (covid-19). Skripsi mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur itu macet lantaran kesulitan melakukan bimbingan lewat daring dengan dosen.

    Adanya imbauan pembatasan aktivitas membuat Nabil kesulitan melakukan bimbingan tatap muka. Pun ketika meminta jadwal bimbingan lewat pesan singkat, harus menunggu lama sebelum ditanggapi dosen pembimbing.

    "Kita nge-chat dosen saja dibalesnya lama, bisa sampai dua minggu sekali (baru dibalas)," cerita Nabil kepada Medcom.id, Sabtu, 4 April 2020. 

    Nabil mafhum, sang dosen tengah sibuk dengan perkuliahan daring. Meskipun, ia selalu harap-harap cemas menanti jadwal bimbingan segera datang. Maklum saja, skripsi Nabil sudah masuk babak akhir, yakni bab penjabaran hasil penelitian, dan simpulan.

    Nabil bukan tanpa upaya. Ia pernah mencoba melakukan bimbingan daring, hingga lewat video konferensi. "Tetap saja memperlambat, dan kurang efektif, soalnya kendala di komunikasi dengan dosen,” ungkapnya.

    Baca: Dilema Skripsi di Tengah Korona, Antara Idealisme dan Realita

    Nabil jadi satu dari sekian banyak mahasiswa yang juga tengah berkutat dengan skripsi, merasa amat terdampak wabah korona. Biasanya, ia mengaku hampir saban hari bimbingan dengan dosen.

    Di sisi lain, Nabil merasa beruntung. Sebab, ia selesai mengumpulkan data penelitian lapangan sebelum merebaknya wabah korona. Makanya, ketika mulai ada pembatasan aktivitas seperti sekarang, Nabil tingga mengolah hasil riset lapangan yang didapat dari rumah

    Andai situasi segera normal, Nabil optimistis bisa diwisuda semester genap ini. Namun, melihat situasi sekarang, ia mulai pesimistis lagi bisa lulus Juli mendatang. Boleh jadi, ia terpaksa harus menunggu hingga jadwal wisuda Oktober, dengan konsekuensi ikut masuk semester baru.

    Artinya, Nabil harus kembali membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).  "Seminar hasil sama ujian lisan saja belum. Kalau virus ini keterusan mungkin saya bisa ambil wisuda Oktober, tapi ya begitu sebetulnya keberatan, soalnya harus bayar UKT lagi," keluh Nabil.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id