Perlakuan Polisi pada 'Tersangka Guru' Buat PGRI Terluka

    Ilham Pratama Putra - 27 Februari 2020 19:23 WIB
    Perlakuan Polisi pada 'Tersangka Guru' Buat PGRI Terluka
    Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Kepolisian menetapkan tiga orang guru SMPN 1 Turi, Sleman Yogyakarta sebagai tersangka kasus "Susur Sungai” yang mengakibatkan 10 siswanya meninggal dunia. Namun perlakuan kepolisian terhadap tersangka guru tersebut membuat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terluka.

    Sebab, ketiga guru itu tampil di muka publik dengan kepala yang sudah digunduli dan tak diberi alas kaki.  Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi melayangkan protes kepada oknum kepolisian yang dinilai berlebihan terhadap tersangka.

    "Kami mendesak Pimpinan Kepolisian untuk menindak tegas dan memberikan sanksi atas 
    tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut," kata Unifah dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 27 Februari 2020.

    Pihaknya juga mendesak oknum polisi tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf kepada 
    publik. Sebab, perlakuan tersebut adalah bentuk nyata pelanggaran terhadap asas praduga tidak bersalah.

    "Karena telah memberi penghukuman terhadap tersangka, padahal belum ada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yang menyatakan kesalahan tiga tersangka tersebut," jelas Unifah.

    Bahkan dia merasa perlakuan kepada tersangka ialah sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi guru. Menurut Unifah, penggundulan juga melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

    "Sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat 1,  pasal 18 ayat 1 dan Pasal 34 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia," ujarnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id