Sekolah Negeri Dinilai Jadi 'Anak Emas' Pemerintah

    Ilham Pratama Putra - 19 Juni 2020 08:10 WIB
    Sekolah Negeri Dinilai Jadi 'Anak Emas' Pemerintah
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Anggota Komisi X DPR Putra Nababan menilah masih ada dikotomi atau pembedaan, antara sekolah negeri dan swasta. Pemerintah dinilai terlalu memprioritaskan sekolah negeri dalam banyak aspek.

    "Bukan hanya merasa, tapi bisa dilihat secara langsung bagaimana perbedaan," kata Putra dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR melalui konferensi video, Kamis, 18 Juni 2020.

    Putra menjelaskan, saat negara memperhatikan guru honorer maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sekolah negeri, pemerintah kerap luput dengan guru swasta. Terlebih, di era pandemi, banyak orang tua yang menolak membayar iuran di sekolah swasta.

    "Akhirnya banyak guru swasta yang hanya dibayar Rp200 ribu. Karena orang tua tidak bayar SPP karena merasa tidak menggunakan fasilitas," ujar dia.

    Baca: Masih Ada Guru Swasta DKI Bergaji di Bawah PPSU

    Menurut Putra, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah. Toh, sekolah swasta memiliki tujuan yang sama dengan sekolah negeri. "Sama-sama mencerdaskan anak bangsa. Jadi saya sampaikan kondisi ini jangan ada dikotomi," lanjut Putra.

    Anggota Komisi X DPR lainnya, Ferdiansyah, mengkritisi soal penempatan guru. Ia mengungkapkan banyak sekolah swasta tidak kebagian guru PNS.

    "Inilah makanya kita butuh pemetaan, penyebaran guru itu masih jadi kendala. Kita ingin semua sekolah baik negeri maupun swasta jumlah gurunya memadai, dan adil," ujar Ferdiansyah.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id