comscore

Merdeka Belajar di Mata Anak Muda

Renatha Swasty - 13 Mei 2022 20:33 WIB
Merdeka Belajar di Mata Anak Muda
Ilustrasi sekolah. MI/Gino Hadi
Jakarta: Momentum perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) disambut antusias insan pendidikan di berbagai wilayah Tanah Air. Penyelenggaraan upacara bendera untuk memperingati Hardiknas yang berlangsung secara daring dan luring terbatas juga mendapat respons positif dari pemuda yang berpartisipasi dalam upacara Hardiknas di Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jakarta.

Bicara tentang makna tema peringatan Hardiknas “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”, siswa SMKN 2 Cibinong, Jehosua Willhelmus Ebenhaezer Abolla,
berpendapat Hardiknas bukan sekadar perayaan tahunan yang melibatkan seluruh ekosistem pendidikan, melainkan momentum bersyukur atas kemajuan yang terjadi di dunia pendidikan dan kebudayaan. Dia mengatakan dengan berbagai sarana dan prasarana yang tersedia saat ini tidak ada alasan bagi generasi muda untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu.
“Bisa merasakan berbagai perkembangan di dunia pendidikan menjadi hal luar biasa. Sebelumnya, sangat sulit merasakan layanan pendidikan. Saat ini, melalui Merdeka Belajar kita memiliki kemudahan untuk mengakses pendidikan baik konvensional maupun dengan memanfaatkan teknologi (internet). Malah sekarang kita harus lebih rajin lagi belajar karena sarana pendidikan sudah banyak,” ujar Jehosua yang juga pemain piano yang tergabung dalam orkes pengiring pada perayaan Hardiknas di halaman kantor Kemendikbudristek, Jumat, 13 Mei 2022.

Anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kota Bandung yang bertugas dalam upacara, Naufal Daffa, mengakui sistem pendidikan Indonesia terus berkembang semakin baik. Dia merasakan proses belajar yang lebih menyenangkan. Merdeka Belajar yang diterapkan di SMK sangat berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan.

“Semangat terus untuk generasi muda dalam membangun pendidikan, mari kita hargai dan dukung (proses) pendidikan kita agar pendidikan kita lebih bermanfaat untuk diri sendiri dan bangsa Indonesia, wujudkan Merdeka Belajar,” kata Daffa.

Sementara itu, siswa Kelas 2 dari SMAN 70 Jakarta, Muhammad Fadhil, menilai peringatan Hardiknas sebagai momentum bagus untuk berefleksi dan membenahi kebijakan pendidikan agar semakin baik di masa depan, tak terkecuali Merdeka Belajar. “Merdeka Belajar membuat siswa-siswa menjadi lebih termotivasi dalam pembelajaran. Sistem pendidikan yang semakin baik akan sangat berguna bagi kemajuan bangsa,” kata dia.

Siswa kelas 2 SMPN 115 Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua OSIS angkatan 2021/2022, Andi Salman Najafy, menyebut kebijakan Merdeka Belajar menjadikan peserta didik sebagai insan cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan berprestasi. “Saya harap, pendidikan di Indonesia semakin maju, siswanya semakin cerdas dan tenaga pendidik semakin kreatif,” tutur dia.

Komentar positif tentang Merdeka Belajar juga disampaikan Gabriela Patricia Winny Gracia. Vokalis Tenor paduan suara Gita Bahana Nusantara (GBN) Provinsi DKI Jakarta itu menilai akses untuk siswa dan mahasiswa mengembangkan (meng-explore) minat (passion) semakin dipermudah pemerintah melalui Merdeka Belajar.

"Di sekitar saya banyak teman-teman yang ikut program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dengan itu mereka bisa menggarap keterampilan dengan lebih mumpuni di luar apa yang biasanya diajarkan di universitas. Kesempatan untuk belajar dibimbing di luar kampus ini begitu berharga,” tutur dia.

Winny juga menyoroti pentingnya mahasiswa dapat kembali melakukan perkuliahan tatap muka secara penuh dan merasakan pengalaman kerja di dunia nyata. Dia mengajak semua pihak tetap semangat dan jangan terlena oleh kenyamanan yang ditawarkan perkuliahan jarak jauh (PJJ).

"Karena itu hanya ideal dalam kondisi darurat. Kalau kita bandingkan, secara objektif sebenarnya perkuliahan tatap muka jauh lebih efektif karena sering kali ada pembelajaran yang sulit disampaikan secara daring (online),” kata mahasiswa Universitas Indonesia (UI) itu.

Gandy Des Ardy yang juga perwakilan GBN dari Provinsi DKI Jakarta berharap melalui Merdeka Belajar pendidikan di Indonesia semakin inklusif di masa yang akan datang. Dia berharap kemajuan pendidikan tak hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar saja, tetapi juga dirasakan masyarakat di daerah terpencil.

“Belajar adalah kewajiban bagi generasi penerus bangsa. Masih butuh proses untuk memeratakan pendidikan di Indonesia dan butuh kesadaran semua pihak karena tidak mungkin pemerintah bergerak sendiri memajukan pendidikan. Mari bersama dorong dan dukung Merdeka Belajar,” kata pemilik suara tenor ini.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengatakan perubahan positif yang selama ini diusung bersama di bawah “kapal besar” kebijakan Merdeka Belajar tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh orang tua, guru, dan murid di Indonesia. Tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia dalam konferensi tingkat tinggi Group of Twenty (G20).

“Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia,” kata Nadiem.

Baca: Nadiem: Kapal Besar Merdeka Belajar Terus Berlayar
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id