comscore

BPS: 14% Pengangguran Merupakan Lulusan Diploma dan Sarjana, Ini Penyebabnya

Citra Larasati - 20 Juni 2022 20:48 WIB
BPS: 14% Pengangguran Merupakan Lulusan Diploma dan Sarjana, Ini Penyebabnya
Ilustrasi: MI/Ramdani
Jakarta:  Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru per Februari 2022, tingkat pengangguran Indonesia mencapai 5,83 persen dari total penduduk usia kerja sejumlah yakni 208,54 juta orang. Namun yang mengejutkan, dari 5,83 persen tersebut hampir 14 persen di antaranya adalah penduduk lulusan jenjang diploma dan sarjana (S1).

Data ini tentu saja menjadi ironi. Ketika penduduk yang notabene mengenyam pendidikan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak justru banyak dari mereka menganggur.
Head of Human Capital dari PT Praweda Ciptakarsa Informatika, Alfeus Nehemia membeberkan sejumlah penyebabnya.

Keterampilan Tak Sesuai Kebutuhan

Alfeus mengungkapkan, sebagai seorang human capital ia kerap kali dihadapkan pada kondisi sulitnya mencari SDM yang kualifikasinya sesuai dengan yang diharapkan. Banyak dari pendaftar menawarkan keterampilan yang tidak relevan atau tidak dibutuhkan oleh perusahaan saat ini.

“Kalau kalian bilang susah ya cari kerja, kami sebagai perusahaan juga bilang, susah ya cari karyawan. Akibat adanya mismatch antara keterampilan yang dibutuhkan dan yang tersedia,” ungkap alumnus Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (Unair) tahun 2009 tersebut, dilansir dari laman Unair, Senin, 20 Juni 2022.

Ekspektasi Penghasilan dan Status Tinggi

Ketika lulus dari perguruan tinggi bergengsi, tak jarang seseorang memiliki ekspektasi tinggi mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi dengan mudah. Hal ini membuat beberapa lulusan dari perguruan tinggi bergengsi tersebut terlalu percaya diri dengan melabeli dirinya dengan fresh grade tinggi padahal belum tentu ia memiliki kompetensi yang layak.

“Perusahaan enggak hanya melihat almamater sekolahmu saja, namun kita juga melihat kompetensinya seperti apa, layak tidak kita bayar tinggi,” jelasnya.

Terbatasnya Penyedia Lapangan Kerja

Terbatasnya lapangan kerja bukan lagi hal baru yang menyebabkan terjadinya banyak pengangguran. Hal ini diperburuk dengan adanya pandemi covid-19 yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Hal tersebut menyebabkan jumlah pengangguran tak sebanding dengan lapangan kerja yang ada.  “Hampir 29,12 juta penduduk usia kerja terdampak pandemi. Mungkin sudah sedikit recover, namun perlu diingat lulusan baru yang menunggu mendapatkan pekerjaan selalu bertambah tiap tahunnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, tantangan generasi muda pascapandemi untuk mencari kerja lebih berat. “Karena harus bersaing dengan ribuan orang untuk memperebutkan lapangan kerja yang semakin sedikit,” terangnya. 

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id