comscore

Daerah Diminta Serius Urus Perpustakaan, Kemendagri: Ini Kongruen Wajib

Citra Larasati - 22 Maret 2021 13:13 WIB
Daerah Diminta Serius Urus Perpustakaan, Kemendagri: Ini Kongruen Wajib
Siswa tengah membaca buku pelajaran di perpustakaan. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Jakarta:  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan indeks kegemaran membaca masyarakat Indonesia mencapai 63,3 dengan indeks pembangunan literasi masyarakat 13 di 2022.  Untuk itu kebijakan dan sinkronisasi pengembangan perpustakaan pusat dan daerah diperlukan guna mewjudkan pembangunan literasi dan kegemaran membaca masyarakat.

"Ini kerja berat, dalam RPJMN harus dikejar," kata Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro mewakili Mendagri, Tito Karnavian dalam Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2021, Senin, 22 Maret 2021.

 



Untuk mewujudkan visi misi RPJMN tersebut, kata Suhajar, maka dalam konteks politik harus menggenjot peran seluruh pemangku kepentingan terutama kepala daerah dalam meuwujdkan hal tersebut. "Dalam desentralisasi urusan pemerintah di bidang perpustakaan pun dibagi kewenangannya, urusan ini termasuk urusan kongruen wajib. Oleh karena itu semua daerah provinsi, kabupaten, kota harus mengemban tugas ini," tegas Suhajar.

Dalam UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga telah ditegaskan di dalam lampiran, bahwa kewenangan pemda adalah pengelolaan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca. 

"Lalu fokus kita, kawan-kawan gubernur dan bupati ada dua kata kunci pokok dalam membangun perpustakaan, yakni literasi dan gemar membaca," tegas Suhajar.

Baca juga:  Rakornas Dibuka, Kuatkan Peran Perpustakaan dalam Transfer Pengetahuan

Untuk itu, semua pihak terkait diminta untuk segera mengidentifikasi permasalahan dari dua kunci target peningkatan indek tersebut.  Mulai dari sarana prasarana, koleksi buku, hingga ke SDM pengelola perpustakaan.  

"Pustakawan di provinsi sudah lumayan memadai, tapi di kabupaten/kota ini yang perlu mendapat perhatian serius dari Bapak Ibu Bupati, wali kota, dan DPRD," tandasnya,

Kemudia kendala paling besar dari pencapaian target ini, diakui Suhajar, adalah persoalan keterbatasan anggaran. "Jadi ada lima kendala dalam mewujuskan literasi dan gemar membaca. Lima kendala itu harus fokus kita hadapi," ujarnya. 

Seluruh insan perpustakaan di Tanah Air harus menguatkan perannya dalam mentransfer pengetahuan. Hal itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan 2021.

Baca juga:  Prihatin, Satu Buku Ditunggu 90 Orang di Indonesia Setiap Tahunnya
 
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando menyatakan, Rakornas  bertujuan menguatkan peran perpustakaan dalam transfer pengetahuan untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus berperan dalam pemulihan ekonomi nasional.   Diakui teori ilmu perpustakan yang relevan saat ini, peran perpustakaan tak lagi hanya mengoleksi buku namun lebih kepada transfer of knowledge atau transfer ilmu pengetahuan.
 
"Konsolidasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan di bidang perpustakaan secara intens dilakukan dalam Rakornas, sehingga perpustakaan sebagai leading sector dalam peningkatan literasi, inovasi, dan kreativitas bisa mewujudkan masyarakat berpengetahuan dan berkarakter,” ungkap Syarif Bando saat membuka Rakornas dari Gedung Layanan Perpusnas, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021.

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id