Yenny Wahid Minta Penyempurnaan Kamus Sejarah RI Transparan dan Partisipatif

    Citra Larasati - 21 April 2021 21:05 WIB
    Yenny Wahid Minta Penyempurnaan Kamus Sejarah RI Transparan dan Partisipatif
    Yenny Wahid. Foto: Medcom.id/Nur Azizah



    Jakarta:  Yenny Wahid, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH.Hasyim Asy’ari mengapresiasi komitmen dan respons cepat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim terhadap polemik Kamus Sejarah RI.  Yenny berharap komitmen Nadiem diikuti langkah nyata berupa  perbaikan penyusunan Kamus sejarah melalui proses yang lebih transparan dan partisipatif. 

    Padahal, penyusunan konten kamus tersebut sesungguhnya tidak terjadi di era Nadiem.  Menurut Yenny, kamus yang menjadi perdebatan itu keluar sebelum Nadiem menjadi menteri, sehingga tidak berada dalam supervisinya.






    “Saya mengapresiasi Pak Nadiem memberi respons cepat menyikapi masalah ini dan memberikan klarifikasi dan penegasan akan komitmen untuk terus memasukkan tokoh-tokoh yang punya jasa besar dalam proses perjalanan bangsa dalam materi pembelajaran anak-anak didik kita,” tegas Yenny kepada wartawan, Rabu, 21 April 2021.

    Yenny menjelaskan, Hasyim Asy’ari memiliki jasa yang sangat besar, salah satunya mengobarkan Resolusi Jihad. Resolusi Jihad adalah salah satu faktor besar yang menjadi kekuatan pemukul para pejuang kemerdekaan Indonesia melawan penjajah Belanda. 

    Baca juga:  Heboh Soal Kamus Sejarah RI, Nadiem Akhirnya Angkat Bicara

    Kontribusi ini sangat fundamental bagi kemerdekaan bangsa Indonesia.  Putri KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini menilai Nadiem memiliki semangat dan komitmen untuk terus mengedepankan penghormatan terhadap jasa-jasa para tokoh bangsa. Ia pun berharap respons tersebut segera diikuti dengan langkah nyata berupa perbaikan penyusunan sejarah melalui proses yang lebih transparan dan partisipatif. 

    Yenny juga menyarankan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud segera menarik draf yang sudah telanjur beredar dan melakukan revisi kontennya.

    “Disisir lagi semua konten-kontennya apakah ada yang bertentangan dengan konteks sejarah kita. Apakah ada penghilangan atau omisi aktor-aktor sejarah kita yang penting tidak masuk di dalamnya. Atau justru ada memasukkan tokoh-tokoh yang sebenarnya musuh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,“ tegas Yenny. 
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id