PTM Terbatas Dimulai, Kurikulum Jangan Langsung Tancap Gas

    Ilham Pratama Putra - 09 April 2021 11:21 WIB
    PTM Terbatas Dimulai, Kurikulum Jangan Langsung Tancap Gas
    Dirjen Paud Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri. Foto: Zoom



    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewajibkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas kepada sekolah yang guru dan tenaga kependidikannya telah menerima vaksin. Namun bukan berarti kurikulum pendidikan langsung dikembalikan seperti masa sebelum pandemi.

    Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri mengatakan pada masa awal PTM terbatas, satuan pendidikan diminta jangan memberikan materi yang berat dari kurikulum. Dia berharap materi pembelajaran tak langsung diberikan secara berlebihan kepada peserta didik.






    "Ketika anak PTM hari pertama, tidak dilakukan pembelajaran secara membabi buta. Mungkin guru seolah punya utang banyak (materi), jadi itu ditumpahkan ke siswa di hari pertama. Itu dilarang," kata Jumeri dalam webinar Bincang Pendidikan, Kamis 8 April 2021.

    Jumeri meminta, agar pada masa awal PTM terbatas nanti satuan pendidikan harus menitikberatkan pembelajaran pada perbaikan kondisi psikologi dan sosial peserta didik. Pasalnya, selama pandemi covid-19 peserta didik mengalami kejenuhan dan tantangan baru dalam melakukan pembelajaran.

    "Hari pertama masuk sekolah memperbaiki kondisi psikologis sosial anak. Agar semangat tumbuh kembali dan advokasi untuk hidup sehat dan mencegah penularan covid-19," jelasnya.

    Jumeri mengatakan, keputusan menggelar PTM terbatas ini didasari adanya ketidak optimalan dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurutnya, PJJ bukan program pemerintah, namun merupakan alternatif cara belajar dalam mengatasi situasi pandemi covid-19.

    Dia mengungkapkan, PTM terbatas ini sebagai jalan tengah atas kondisi pendidikan hari ini. Pasalnya, selain terancam kehilangan kesempatan belajar, kesenjangan antara siswa yang memiliki akses PJJ dan yang tidak akan memperparah dunia pendidikan.

    "Apa kita biarkan terus? makanya opsi yang diambil (PTM) terbatas adalah jalan tengah," katanya.

    Baca juga:  Sekolah Diminta Lockdown 3 Hari Jika Ditemukan Kasus Covid-19

    Jumeri mengklaim peserta didik akan lebih aman jika mengikuti PTM terbatas sebab mobilitas mereka lebih terpantau. Untuk itu, pihaknya akan terus mengedukasi guru dan orang tua agar siap dalam melaksanakan PTM terbatas.

    "Kemendikbud percaya diri, sebab ketika tidak PTM anak-anak ke sana kemari. Kalau PTM anak-anak terarah, mendapat penyuluhan, arahan, dan contoh dari guru termasuk dalam pencegahan covid-19," tutup dia.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id