Ratusan Ribu Buku Bacaan Dikirim ke Daerah 3T

    Intan Yunelia - 05 November 2019 12:22 WIB
    Ratusan Ribu Buku Bacaan Dikirim ke Daerah 3T
    Siswa Indonesia di daerah 3T. Foto: Kemendikbud/Humas
    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencetak dan mengirim ratusan ribu buku ke 48.000 alamat di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemerataan literasi di Indonesia.

    Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar mengatakan, pengiriman buku ke daerah 3T sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan (Sisbuk). Khususnya untuk menumbuhkembangkan literasi masyarakat dan membantu wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

    “Program pencetakan dan pengiriman buku ke wilayah 3T ini memang amanat UU Sisbuk. Salah satunya kita diminta untuk menumbuhkembangkan literasi masyarakat, termasuk untuk wilayah yang sulit dijangkau dan kita masih banyak wilayah-wilayah 3T,” kata Dadang usai acara Pencanangan Buku Literasi dan Lokakarya Literasi Nasional di Hotel Kartika, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin malam, 4 November 2019.

    Buku-buku bacaan dicetak menjadi 60 jenis tema. Mulai dari cerita rakyat, tokoh-tokoh nasional, kuliner, landscape perkotaan dan pedesaan, buku fiksi, nonfiksi, dan lainnya.

    “Buku itu akan dikirim ke 48.000 alamat di 27 provinsi di daerah 3T di Indonesia. Buku itu yang dikirim sebagian besar adalah ke sekolah-sekolah 3T, perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM),” sebut Dadang.

    Melalui program pengiriman buku ke wilayah 3T ini, diharapkan peserta didik dan masyarakat Indonesia akan semakin meningkat minat dan kemampuan membacanya. 

    “Kita berharap bisa berguna bagi masyarakat, anak-anak kita dan masyarakat secara umum,” tuturnya.

    Menurutnya, pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini dan dimulai dari lingkungan keluarga.

    “Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat. Dengan kemampuan membaca ini pula, literasi dasar berikutnya (numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewarganegaraan) dapat ditumbuhkembangkan,” pungkasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id