SMA Labschool Siapkan Skenario Cadangan Antisipasi Nilai Sama

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 15 Januari 2020 09:09 WIB
    SMA Labschool Siapkan Skenario Cadangan Antisipasi Nilai Sama
    Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahilah
    Jakarta:  SMA Labschool Jakarta telah menyiapkan sejumlah skenario cadangan untuk mengantisipasi nilai sama saat pemeringkatan siswa.  Skenario cadangan ini penting dipersiapkan sejak awal, untuk menjaga objektivitas dalam merekomendasikan siswa yang berhak mendaftar di jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

    Menurut Kepala Sekolah SMA Labschool Jakarta, Suparno Sastro, kewenangan untuk pemeringkatan nilai siswa yang berhak mendaftar SNMPTN 100 persen ada di tangan sekolah.  Ia menyebut, salah satu alternatif yang bakal dilakukan jika menemukan nilai rata-rata (rapor) sama adalah melihat program studi (prodi) yang dituju siswa untuk dibandingkan dengan nilai mata pelajaran (mapel) di rapor yang serumpun dengan pilihan prodi tersebut.

    "Kita akan melihat mapel yang mungkin menjadi ciri khas program yang akan diambil siswa. Misalnya ada beberapa siswa nilai enam mapel rata-rata sama, tapi ternyata yang cukup tinggi di mata pelajaran prodi misal IPA itu mapel Fisika, Biologi kebetulan tinggi, itu artinya punya kans lebih besar," terang Suparno saat dihubungi Medcom.id, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Alternatif lainnya adalah melihat prestasi nonakademik.  Pria yang akrab disapa Ano ini menegaskan, alternatif-alternatif tersebut belum ia putuskan. 

    Untuk pemeringkatan sendiri, ia menggunakan metode yang disarankan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Yakni pemeringkatan berdasarkan nilai mata pelajaran.

    Suparno tak lupa mengingatkan, yang terpenting dari semua itu adalah sosialisasi terkait kriteria pemeringkatan ini.  Baik ke wali murid maupun siswa.

    "Dasarnya enam mapel.  Kasus khusus bisa seperti itu.  Saya sendiri belum mengambil keputusan tapi alternatif-alternatif itu mungkin untuk diberikan atau pada posisi ambang itu dilihat lagi kecakapan lain di luar akademik. Misalnya prestasi bagus, itu juga bisa," ujarnya.

    Untuk diketahui, masa pengisian PDSS sebagai salah satu tahapan untuk mendaftar SNMPTN akan dimulai besok, Rabu, 15 Januari-8 Februari 2020.  Sejumlah sekolah tengah mempersiapkan diri untuk mengisi PDSS.
     
    Sebelumnya, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menerapkan aturan baru dalam Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di PTN.  Utamanya regulasi di jalur SNMPTN, yakni kewenangan menentukan siswa yang eligible (memenuhi syarat) mendaftar di "jalur undangan" tersebut diserahkan pada pihak sekolah.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id