• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 14 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 9.930.978.132

Membangun Sistem Lebih Efektif

Pengawasan Khusus Kegiatan Mahasiswa Dinilai Tidak Efektif

Intan Yunelia - 16 Mei 2018 19:57 wib
Rektor Universitas Indonesia, Muhammad Anis. Foto: Humas UI.
Rektor Universitas Indonesia, Muhammad Anis. Foto: Humas UI.


Jakarta: Menerapkan pengawasan khusus pada kegiatan kerohanian mahasiswa dinilai bukan cara terbaik menangkal masuknya paham radikalisme ke dalam kampus.  Selain dapat membatasi ruang gerak mahasiswa, cara tersebut juga tidak dewasa dan hanya menimbulkan rasa saling curiga.

Rektor Universitas Indonesia (UI), Muhammad Anis mengatakan, mahasiswa di kampusnya memiliki cara pandang yang dewasa dan terbuka dalam menghadapi paham radikalisme. Mahasiswa dinilai Anis sudah mampu memilah mana paham radikal atau bukan.

Sehingga, Ia menilai UI tidak memerlukan penerapan pengawasan khusus dari dosen pada setiap kegiatan kerohanian mahasiswa. "Kita percaya, mahasiswa sudah dewasa. Nggak perlu diawasi khusus," ucap Anis usai Pertemuan Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia, di Kemenristekdikti, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu 16 Mei 2018.

Cara jitu menangkis paham radikal, kata Anis, sebenarnya harus dimulai dengan membangun sistem. Bukan dengan dengan pengawasan khusus yang dapat membatasi ruang gerak mahasiswa.

"Kita membangun sistem. Kalau di perguruan tinggi kan modalnya kepercayaan atau trust," ujar Rektor yang dilantik 4 Desember 2014 ini.

Sistem itu salah satunya melalui program pembinaan kegiatan kemahasiswaan yang rutin dilakukan Direktorat Kemahasiswaan UI. Dengan sistem itu akan diketahui dengan sendirinya siapa yang berpaham radikal, bukan dengan mencurigai individu.

"Sistem yang kita bangun sebenarnya tidak membuka peluang untuk itu (paham radikal). Dengan program forum kebangsaan, evaluasi dosen, kegiatan bersama, pembinaan setiap fakultas. Setiap fakultas ada manajer kemahasiswaannya. Itu by sistem," kata lulusan University of Sheffield ini.

Selain itu, UI memilih menggalakkan literasi kebangsaan di setiap kegiatan mahasiswa. "Kita mencegahnya pertama dengan membentuk forum kebangsaan, dan literasi-literasi sehingga bisa memberikan gambaran apa itu semangat toleransi, semangat kebersamaan," kata Anis.

Menurut Anis, setiap program studi ada mata kuliah wajib terkait literasi kebangsaan tersebut.  Yaitu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi (MPKT).

"Di dalam mata kuliah ini termaktub materi-materi unsur bela negara," jelas Guru Besar Teknik Metalurgi UI ini.

Sementara, untuk menangkis paham radikal di organisasi kerohanian, UI kerap mengadakan kegiatan lintas organisasi kerohanian. Dengan begitu tertanam nilai-nilai toleransi menghargai perbedaan dan saling menghormati.

"Lembaga kerohanian Islam maupun yang lainnya itu sering melakukan kegiatan bersama,"  tutupnya.






 


(CEU)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.