Unej Tetap Kuliah Daring Meski di PPKM Level 2, Ini Alasannya

    Citra Larasati - 15 September 2021 15:01 WIB
    Unej Tetap Kuliah Daring Meski di PPKM Level 2, Ini Alasannya
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jember:  Universitas Jember (Unej) masih memberlakukan kuliah daring di semester gasal tahun akademik 2021/2022 ini. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Rektor Universitas Jember nomor 14265/UN25/EP/2021 tertanggal 9 Agustus 2021.

    Menurut Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Jember, Slamin, walaupun Jember sudah masuk dalam daerah dengan status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, namun Unej lebih memilih melihat lebih lanjut perkembangan angka penyebaran dan penanganan Covid-19 sehingga benar-benar berada di level aman.

     



    “Kami masih wait and see, melihat perkembangan yang ada," jelasnya, dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 September 2021.

    Pasalnya 70 persen mahasiswa Unej berasal dari luar kota Jember yang kondisi penyebaran dan penanganan covid-19 di daerahnya masing-masing berbeda-beda.  Sehingga level status PPKM-nya pun berbeda-beda pula.

    Kedua, Unej bisa mengontrol mahasiswa saat berada di kampus semisal dengan pemberlakuan kewajiban pembatasan kerumuman dengan menerapkan aturan bagi mahasiswa yang bisa kuliah di kelas dan siapa yang kuliah daring dan sebagainya.  "Namun tentu sulit mengontrol mereka saat sudah di luar kampus. Intinya keamanan dan kesehatan keluarga besar Universitas Jember dan masyarakat Jember menjadi yang utama,” jelas Slamin.

    Baca juga:  Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh Demo Minta Kuliah Tatap Muka

    Universitas Jember berharap agar kondisi segera membaik sehingga kuliah tatap muka bisa dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2021/2022 nanti. Jika kuliah tatap muka dilaksanakan, maka protokol kesehatan dan aturan ketat tetap dilaksanakan.

    Untuk itu Universitas Jember terus mematangkan beberapa pilihan skenario perkuliahan tatap muka, di antaranya dengan memberlakukan perkuliahan secara bergilir. “Misalnya saja yang kuliah luring hanya mahasiswa angkatan tahun 2020 dan tahun 2021 terlebih dulu, sebab mereka belum pernah ke kampus,” kata Slamin yang berharap semua mahasiswanya sudah menjalani vaksinasi covid-19.

    Pilihan selanjutnya bisa dengan cara kuliah secara bergantian, misalnya di minggu pertama maka mahasiswa yang memiliki Nomor Induk Mahasiswa (NIM) ganjil yang kuliah sementara di minggu kedua giliran mahasiswa yang memiliki NIM genap yang kuliah, begitu seterusnya. Itu pun dengan syarat kapasitas kelas yang dipakai hanya 50 persen saja dari kapasitas yang ada.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id