Hari Lahir Pancasila

    Rektor UGM: Internalisasi Nilai Pancasila Perlu Diperkuat

    Arga sumantri - 01 Juni 2021 15:51 WIB
    Rektor UGM: Internalisasi Nilai Pancasila Perlu Diperkuat
    Peringatan Hari Lahir Pancasila di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: UGM/Humas.



    Yogyakarta: Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono mengingatkan sivitas akademika kalau Pancasila tidak hanya mewarnai dinamika organisasional. Tetapi, menjadi landasan seluruh pemikiran dan tindakan dalam pengembangan kebijakan, program, praktik, dan proses organisasional.

    Sebagai jati diri, kata Panut, Pancasila harus menjadi pembeda dan ciri perilaku yang mudah dikenali di lingkungan UGM, mulai dari para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumninya. Makanya, internalisasi nilai-nilai Pancasila bagi seluruh warga UGM perlu senantiasa diperkuat.

     



    "Khususnya bagi para mahasiswa, cara internalisasi nilai-nilai Pancasila harus disesuaikan dengan kondisi dan perilaku generasi saat ini sebagai digital native yaitu simple, mudah dicerna, dan mengedepankan aspek visual" papar Panut dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Balairung UGM, Selasa, 1 Juni 2021.

    Panut menambahkan, hal lain yang tidak kalah penting adalah membangun ruang-ruang diskusi yang dapat mengakomodasi pertukaran pemikiran kritis dari para mahasiswa. Semangat militansi generasi muda harus dapat diarahkan ke jalur yang benar untuk kesejahteraan dan kemuliaan bangsa dan negara.

    Baca: Implementasi Pendidikan Berlandaskan Pancasila Belum Berjalan Baik

    Tema Peringatan Hari Lahir Pancasila pada tahun ini adalah 'Pancasila dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh'. Pancasila diharapkan menjadi working ideology yang dapat dirasakan di semua lini kehidupan masyarakat Indonesia.

    Menurut Panut, posisi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara harus dipahami oleh seluruh warga negara. Maka, Pancasila menjadi penting untuk diajarkan kepada seluruh peserta didik.

    Ia mengutip sejumlah rekomendasi yang dihasilkan dari Kongres Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang diselenggarakan di UGM melalui Pusat Studi Pancasila beberapa waktu yang lalu.

    Rekomendasi yang diberikan di antaranya bahwa Pancasila wajib disajikan sebagai pelajaran atau mata kuliah definitif dalam setiap jenjang pendidikan, serta menjaga pembelajaran Pancasila dari intervensi kepentingan politik praktis dan disampaikan sesuai kaidah ilmu.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id