comscore

Dosen Unair Nilai Akuisisi Twitter Oleh Elon Musk Bisa Dominasi Ruang Digital

Renatha Swasty - 19 Mei 2022 15:56 WIB
Dosen Unair Nilai Akuisisi Twitter Oleh Elon Musk Bisa Dominasi Ruang Digital
Elon Musk Twitter. DOK Getty Images
Jakarta: Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Febby Risti Widjayanto tak terkejut Elon Musk membeli Twitter. Febby mengatakan dampak positif dari akuisisi itu dapat dirasakan bila Twitter menjadi ruang sehat bagi dialog publik sehingga tercipta iklim demokrasi. 

Namun, hal itu akan sulit karena perusahaan teknologi selalu terikat dengan misi pemilik. Febby menyebut dalam banyak hal misi pemilik tidak selalu sejalan dengan demokrasi.
“Elon bisa saja beropini bahwa kebebasan berpendapat absolut itulah prasyarat demokrasi. Namun, perlu diperhatikan jika absolutisme dalam kebebasan berpendapat juga bisa menjadi kontraproduktif terhadap demokrasi itu sendiri,” kata Febby dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis, 19 Mei 2022. 

Febby menjelaskan bila bos Tesla itu sudah sah menjadi pemegang saham mayoritas Twitter, maka Elon lah yang menguasai teknologi. "Melalui penciptaan dan kontrol algoritma platform media sosial tersebut,” papar dia. 

Dia menilai pemilik saham mayoritas bisa saja menggunakan pengaruh kuat untuk mendominasi ruang digital dan menjadikannya sebagai tempat yang menampung segala pendapat. Termasuk, pendapat yang mengandung unsur kebencian dan kekerasan. 

“Artinya, moderasi konten bisa saja dihentikan karena kebijakan manajemen baru perusahaan,” tutur Febby.

Febby mengatakan Elon tidak hanya akan menjadi arsitek bagi perusahaan teknologinya, tetapi memiliki rencana bisnis dan komersialisasi yang akan menjadi prioritas. Misalnya, rencana pengenaan tarif atau biaya yang dibebankan pada pengguna Twitter mulai dari lembaga pemerintah dan perusahaan komersial. Sehingga, valuasi dari perusahaan yang ia pimpin akan melejit.

“Ini alamiah. Tapi jangan sampai rencana ekspansi bisnis itu justru malah memanfaatkan hal-hal yang kita ingin hindari seperti memonetisasi cacian, penistaan, dan kabar bohong untuk keuntungan perusahaan. Inilah yang ingin kita jaga bersama dan masyarakat sebagai pengguna memiliki pilihan untuk tetap menggunakan teknologi tersebut atau justru meninggalkannya,” ujar dia. 

Elon Musk saat ini masih menangguhkan proses pembelian Twitter karena berbagai pertimbangan. Salah satunya memastikan jumlah akun bot di Twitter. 

Febby menilai rencana Elon mengakuisisi Twitter bukan hal mengejutkan. Sebagai orang terkaya di dunia dengan latar belakang teknik, melirik media sosial populer seperti Twitter sejalan dengan misi Elon. 

Selama ini, Elon dikenal sebagai insinyur yang sukses dengan ide-idenya melalui pengembangan teknologi, seperti Tesla, SpaceX, dan Neuralink. Febby menyebut tiga perusahaan yang dijalankan Elon memiliki visi besar mewujudkan solusi bagi masalah-masalah kemanusiaan dan lingkungan. Sehingga, mengakuisisi Twitter tidak jauh berbeda dengan misinya meluncurkan produk-produk sebelumnya. 

"Yang ditujukan untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan, namun kali ini misinya berhubungan dengan kebebasan berpendapat,” ujar Febby.

Namun, dosen Ilmu Politik itu menuturkan maksud pembelian Twitter oleh Elon belum cukup jelas. Yakni, betul-betul berkontribusi pada kebebasan berpendapat atau tidak. 

"Karena arti dari kebebasan berpendapat sendiri memiliki penafsiran yang beragam,” ucap pengampu mata kuliah Ekonomi Politik dan Politik Digital itu.

Febby tidak yakin akuisisi Twitter oleh Elon memberikan dampak positif bagi ekosistem Twitter. Hal itu terlihat dari sebagia karyawan Twitter yang bimbang.

“Saya tidak yakin karena sejak isu Elon Musk akuisisi Twitter berhembus, sebagian tim yang bekerja di Twitter justru merasa cukup bimbang karena selama ini mereka berusaha sekuat tenaga untuk menjaga sistem moderasi di Twitter,” tutur dia. 

Febby menyebut belajar dari pengalaman sebelumnya, Twitter memiliki sisi gelap, terutama pada momen politik tertentu. Hal itu menimbulkan ketegangan sosial sehingga mengubah Twitter menjadi ruang yang penuh dengan cacian, pelecehan, kabar bohong, dan kekerasan.

Baca: Elon Musk Mau Pengguna Twitter Naik 4 Kali di 2028
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id