Pentingnya Tes Minat Bakat Agar Tak Salah Jurusan

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 06 Februari 2020 09:09 WIB
    Pentingnya Tes Minat Bakat Agar Tak Salah Jurusan
    ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
    Jakarta:  Memilih jurusan ketika melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Perguruan Tinggi masih menjadi permasalahan bagi anak maupun orang tua.  Kadang pilihan anak tidak satu frekuensi dengan keinginan orang tua begitu juga sebaliknya, bahkan tidak jarang orang tua memaksakan kehendaknya kepada anak.

    Hal tersebut tentu akan berdampak negatif.  Salah satunya anak akan merasa salah jurusan dan membuat proses belajar menjadi tidak optimal.

    CEO PT Melintas Cakrawala Indonesia (MCI), Ari Kunwidodo mengungkapkan, hal tersebut bisa diselesaikan dengan melakukan tes bakat minat anak sebelum mengambil keputusan terkait jurusan pilihan. Ia pun menyebut produk teranyar MCI yakni Tes Bakat Minat AJT bisa menjadi solusi untuk mengetahui bakat dan minat anak.

    Ari menjelaskan Tes Minat Bakat yang diluncurkan hari ini 5 Februari 2020 ini adalah rangkaian tes dan analisa yang menggambarkan kemampuan kognitif, karakteristik minat serta kepribadian siswa terhadap suatu bidang atau jurusan tertentu. 

    "Hal ini dilakukan untuk mengetahui pilihan bidang studi atau jurusan bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat, maupun siswa SMA yang akan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi, sesuai dengan minat dan potensi yang dimilikinya," terang Ari dalam peluncuran Tes Minat Bakat AJT di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.

    Dengan mengetahui dan sadar minat dan potensi kognitifnya, anak pun menjadi lebih percaya diri memilih jurusannya. Bahkan dapat menyelamatkan anak dari situasi salah jurusan.

    "Tes ini juga dapat melihat dinamika kepribadian, kegemaran atau hal-hal yang menarik perhatian siswa. Karena itu, tes bakat minat pun penting dilakukan di luar kebutuhan akademis. Orang tua dapat melihat bakat bawaan dan beragam faktor eksternal yang mempengaruhi talenta anak," imbuhnya.

    Lebih lanjut Ari menjelaskan pada Tes Bakat, siswa akan diuji intelegensi yang dimiliki untuk memberikan gambaran umum tentang kapasitas kemampuan kognitif siswa. Aspek yang diukur umumnya seperti kemampuan verbal, logika berpikir, dan daya ingat. 

    "Sedangkan pada Tes Minat, siswa diukur kecenderungan atau minat individu terhadap bidang studi atau jurusan tertentu. Beberapa teori menuliskan bahwa minat seseorang merupakan cerminan dari pada gambaran kepribadian orang tersebut," jelasnya.

    CTO dan Direktur Research and Development PT Melintas Cakrawala Indonesia, Abi Jabar menyebut tes bakat minat ini merupakan gabungan antara dua alat tes, yaitu AJT CogTest dan AJT CiTest.  AJT CogTest adalah alat tes yang mengukur kemampuan kognitif berdasarkan pada teori kecerdasan mutakhir, yaitu Cattell-Horn-Carroll (CHC Theory), dan telah dinormakan untuk siswa usia 5-18 tahun.

    Sebagai informasi AJT CogTest adalah hasil penelitian yang dilakukan bersama oleh Yayasan Dharma Bermakna, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dan PT MCI dengan supervisi langsung oleh penemu teori Cattell-Horn-Carroll yaitu Dr. Kevin McGrew pada tanun 2013 sampai 2018.  AJT CogTest digunakan untuk mengukur potensi kemampuan kognitif anak sekaligus menjelaskan bakat yang dimiliki anak.

    Sedangkan AJT Citest merupakan alat tes yang mengukur tentang minat sekaligus kepribadian anak yang didasarkan teori RIASEC dari John Lewis Holland. Pada tes ini menekankan pada kecocokan antara tipologi kepribadian dengan lingkungan yang ideal untuk perkembangannya. 

    "Dengan kata lain, seseorang akan memilih apa yang ia sukai atau minati sesuai dengan karakteristik kepribadiannya," jelasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id