Siswa Kelas X Rancang Rumah Ramah Lingkungan

    Ilham Pratama Putra - 01 Mei 2020 06:06 WIB
    Siswa Kelas X Rancang Rumah Ramah Lingkungan
    Pameran Personal Project (PP Exhibition) untuk kelas X Sekolah Cikal yang digelar secara daring.
    Jakarta:  Siswa kelas X di Sekolah Cikal, Jakarta, Kundera Aqza merancang desain rumah ramah lingkungan. Ia meyakini, dengan model tiny house yang diusungnya desain ini mendukung upaya pelestarian alam.

    "Karena hanya menggunakan sedikit lahan. Eco-friendly tiny house -Design for an eco-friendly house sebagai alternatif gaya hidup dalam kehidupan bermasyarakat demi menjaga kelestarian lingkungan," kata Kudera dalam konferensi video, Kamis, 30 April 2020.

    Project yang dibuatnya ini bagian dari pameran Personal Project (PP Exhibition) untuk kelas X di sekolahnya. Desain ini diharapkannya menjadi opsi dalam merancang rumah yang baik di masa mendatang.

    "Target dari proyek saya adalah untuk generasi yang berusia 17 hingga 24 tahun. Tiny House ini harapannya bisa dijadikan sebagai opsi yang tepat bagi generasi muda di masa mendatang agar bersama-sama mau menjaga lingkungan,” imbuh Kudera.

    Baca juga:  Sekolah Cikal Jadikan Literasi Sebagai Komponen Kelulusan

    Tak hanya Kudera, siswa lainnya juga memunculkan ide kreatif mereka dalam PP Exhibition yang menjadi syarat untuk kenaikan kelas itu. Bahkan koordinator pelaksana pameran, Anggi Puspita mengaku kaget dengan pemikiran dan kreativitas yang dipamerkan siswa.

    "Kita melihat proses pengerjaan mereka dari awal tujuh bulan lalu, sampai akhirnya menjadi sesuatu yang nyata. Di usia mereka yang tergolong belia mereka berpikir out of the box. Lebih dari itu, apa yang mereka lakukan didasari atas keinginan berkontribusi untuk orang lain," jelas Anggi.

    Beberapa karya unik yang lahir dari murid-murid kelas X Sekolah Cikal antara lain, Kampanye Sosial "628" oleh Najya Hani Assegaf.  Najya mengatakan, kampanye ini dilatarbelakangi oleh penerapan gadget free dalam keluarga.

    "Jadi tidak boleh menggunakan gadget dari pukul 18.00 WIB sore hingga 20.00 WIB, ini untuk meningkatkan kebersamaan dengan keluarga. Proyek ini dapat meningkatkan kesadaran terhadap dampak negatif gawai terhadap hubungan antarmanusia, khususnya dalam keluarga," jelasnya.

    Selanjutnya ada Storytelling session for elementary students oleh Fasha Jamel Antwan. Siswa berkebutuhan khusus ini membacakan dongeng karyanya sendiri di YouTube dan beberapa sekolah dasar dengan judul  judul Three Little Pigs.

    Sementara itu, Ainaa Dewi Faadila membuat album musik.  Ainaa bahkan mampu meluncurkan empat karya yang mencerminkan keragaman budaya Indonesia.

    "Jadi albumnya bernama Jelajah Nusantara. Terdiri atas empat lagu, antara lain Yogyakarta, Nusantara, Labuan Bajo, and Toba diharapkan dapat mewakili dan mempromosikan budaya Indonesia, mencakup etnis, dan tradisi yang ada," kata Ainaa.

    Sekolah Cikal menggelar pameran Personal Project (PP Exhibition) secara daring. Project ini merupakan salah satu penilaian untuk dipertimbangkan dalam kelulusan siswa di Sekolah Cikal.

    Pamaeran yang diisi oleh siswa kelas X ini dimuat di laman Instagram dan YouTube dengan nama akun @Cikalppx2020. Project tahunan ini dibuat secara daring demi menyesuaikan kondisi Indonesia yang tengah menghadapi pandemi virus korona (covid-19).


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id