Pencegahan Kekerasan di Sekolah Tak Perlu Bentuk Tim

    Ilham Pratama Putra - 27 Februari 2020 16:30 WIB
    Pencegahan Kekerasan di Sekolah Tak Perlu Bentuk Tim
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta:  Berbagai tindak kekerasan di sekolah meningkat belakangan ini mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengimbau sekolah segera membentuk tim pencegahan tindak kekerasan.  Namun usulan ini dinilai tidak perlu, karena berpotensi hanya menghabiskan anggaran.

    Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa mengatakan, pembentukan tim harus dipikirkan secara matang. Sebab, sebenarnya ada cara yang lebih mudah dan murah daripada harus membentuk tim pengawas kekerasan.

    "Timnya mau gimana? Timnya mau promosi, kampanye? ngabisin duit itu," kata Ledia kepada Medcom.id, Kamis 27 Februari 2020.

    Menurutnya, pengawasan sudah menjadi nalar guru. Sebab, sudah jelas guru paling dekat dengan siswa saat berada di sekolah.

    "Harus dibuat sadar bahwa jika terjadi perundungan di sekolah itu salah guru, kenapa guru enggak merhatiin, kenapa guru enggak nyiapin anak, kenapa enggak disiapkan lingkungan yang nyaman dan aman buat anak? Itu kan tugasnya guru di sekolah dan tenaga pendidik," jelasnya.

    Baca juga:  Sekolah Diimbau Bentuk Tim Pencegahan Kekerasan

    Untuk itu, kata Ledia, peningkatan kualitas guru tak hanya di bidang akademik saja. Tapi juga perhatiannya melihat gejala pada siswa di sekolah.

    "Jadi bagaimana mengimplementasikannya, mau bicara Merdeka Belajar, siapa yang merasa merdeka kalau diperlakukan intimidatif seperti itu. Enggak bakal jalan merdeka belajarnya," tegas politisi PKS itu.

    Menurutnya, jika pembentukan tim hanya berkampanye dan sosialisasi itu sudah tak relevan. Pengetahuan soal penanganan kekerasan sudah harus sejalan dengan pembentukan karakter.

    "Kampanye saja enggak cukup. Karena di sekolahnya karakter juga harus dibentuk dalam kegiatan sehari-hari. Siapa yang membentuk? Guru. Guru seperti apa? Guru yang bisa jadi teladan di sekolahnya," ujarnya.

    Sebelumnya, Kemendikbud menyampaikan rasa prihatin atas kejadian di Seminari St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere, Nusa Tenggara Timur. Dengan adanya berbagai tindak kekerasan di sekolah belakangan ini, Kemendikbud mengimbau sekolah untuk segera membentuk tim pencegahan tindak kekerasan.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id