JPPI Sarankan Penambahan Kuota Zonasi Ketimbang Batalkan PPDB DKI

    Ilham Pratama Putra - 03 Juli 2020 17:23 WIB
    JPPI Sarankan Penambahan Kuota Zonasi Ketimbang Batalkan PPDB DKI
    Ilustrasi. Foto: Medcom/Farhan Dwitama
    Jakarta: Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji meminta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya di DKI Jakarta tak diulang. Meskipun, banyak ditemukan masalah dan proses yang cacat secara hukum.

    "Ini prosesnya sudah tinggal diujung. Yang sudah lolos, terus diulang dari nol lagi ya makin ricuh lagi," kata Ubaid dalam diskusi daring, Jumat, 3 Juli 2020.

    Menurut Ubaid, solusi terbaik adalah menambah kuota jalur zonasi. Meskipun, ada potensi diskriminasi usia.

    Ubaid berharap permasalahan di PPDB tak kembali terulang. Disdik DKI hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus melakukan evaluasi. "Jangan lagi seolah-olah ini sengaja dibikin chaos," jelas Ubaid.

    Baca: JPPI: PPDB DKI Cacat Hukum

    Bagi Ubaid, semua siswa harus bisa tertampung secara baik. Kalau memang harus masuk ke sekolah swasta, Disdik harus turut bertanggung jawab akan keberlangsungan pendidikan siswa.

    "Pemerintah provinsi harus menanggung segala konsekuensinya. Mereka kan masuk sekolah swasta itu karena daya tampung tidak cukup. Sementara sekolah swasta biayanya mahal," lanjut dia.

    JPPI memprediksi setidaknya ada 67,1 persen siswa SMP yang bakal terlempar ke sekolah swasta. Angka itu harus menjadi perhatian pemerintah.

    "Bagaimana pemerintah harus bisa memastikan hak pendidikan mereka, mereka mendapat layanan pendidikan yang sama sampai selesai," tukas Ubaid.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id