Peneliti Berkualifikasi S3 Baru 15%

    Intan Yunelia - 09 Desember 2019 20:08 WIB
    Peneliti Berkualifikasi S3 Baru 15%
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta:  Peneliti di Indonesia masih didominasi peneliti dengan kualifikasi di bawah S3.  Jumlah peneliti yang sudah berkualifikasi doktor atau S3 hanya sekitar 15 persen, baik dari perguruan tinggi maupun peneliti kementerian dan lembaga.

    Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang  Brodjonegoro mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) peneliti di Indonesia. Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan SDM peneliti unggul yang mampu menjadi pemimpin (leader) di bidangnya masing-masing.

    Berdasarkan data yang ada, peneliti di Indonesia saat ini paling banyak disumbang dari perguruan tinggi.  Terutama dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU).

    "Statistiknya menunjukkan, bahwa sumber daya peneliti di Indonesia adalah dari PTN-BH, urutannya yang paling banyak pertama dari PTN- BH, kedua dari PTN-BLU, dan yang ketiga dari Kementerian/Lembaga," ungkap Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

    Bambang berharap, seluruh peneliti dapat bersinergi untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian negara. Ia menjelaskan, salah satu tantangan dari ekosistem penelitian di Indonesia adalah kualitas SDM peneliti itu sendiri.

    Saat ini peneliti di Indonesia masih didominasi peneliti dengan kualifikasi di bawah S3, sedangkan yang sudah berkualifikasi doktor itu sendiri baru 15%. Bambang mendorong agar peneliti di Indonesia baik di perguruan tinggi maupun di institusi penelitian lainnya terus meningkatkan kompetensinya.

    Salah satunya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.  "Meskipun banyak orang mengatakan bahwa menjadi peneliti tidak harus S3, tetapi tetap saja kita akan memahami bahwa S3 itu diadakan untuk mencetak peneliti, maka dari itu jumlah 15% peneliti S3 ini masih kurang dan harus diperbanyak," tegas mantan Menteri Keuangan ini.

    Pemerintah telah menyiapkan berbagai skema beasiswa untuk memfasilitasi peneliti untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3.  Bambang menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran dalam pengembangan iptek dan inovasi era industri 4.0 dalam membangun SDM yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan.

    Salah satunya mengembangkan iptek dan inovasi berbasis industri 4.0. Selain itu perguruan tinggi juga berperan menjadi produsen invensi dan inovasi untuk daya saing dan kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi pada pembangunan nasional, dan pengembangan peradaban bangsa. 

    "Penelitian yang ada di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan iptek dan inovasi era industri 4.0 serta diharapkan riset dan inovasi dari perguruan tinggi mampu mengembangkan iptek, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa," tambah Bambang.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id