UNS Mulai Uji Coba Kuliah Tatap Muka di 3 Fakultas

    Citra Larasati - 07 April 2021 16:47 WIB
    UNS Mulai Uji Coba Kuliah Tatap Muka di 3 Fakultas
    Mahasiswa UNS sedang mencuci tangan sebelum memasuki kelas saat Uji cpba PTM. Foto: Dok. UNS



    Jakarta:  Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar uji coba Perkuliahan Tatap Muka (PTM) bagi mahasiswa angkatan 2020/ 2021 di tiga fakultas.  Ketiga fakultas tersebut adalah Fakultas Hukum, Kedokteran, dan Fakultas Keolahragaan (FKOR).

    Ketiga fakultas tersebut mendapat kesempatan uji coba PTM di Minggu pertama April 2021.  Rektor UNS, Jamal Wiwoho memeriksa langsung penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi mahasiswa dan dosen sebelum memasuki ruang perkuliahan dan selama menjalani PTM di dalam ruangan.






    Mahasiswa yang hadir di FH UNS berjumlah 29 orang. Dari jumlah tersebut, kelas pertama berisi 15 orang dan kelas kedua terdapat 14 mahasiswa.  Mahasiswa yang hadir dalam uji coba PTM telah mendapatkan izin dari orang tua dan telah menjalani tes cepat antigen.

    “UNS mencoba untuk melakukan pembelajaran secara luring atau tatap muka. Kami mengambil kebijakan untuk membuka (uji coba PTM) dengan dua hal, yaitu bersyarat dan bertahap,” ujar Jamal.

    Sama dengan yang pernah ia katakan pada Februari lalu, pelaksanaan PTM harus dilakukan secara bersyarat dan bertahap. Bersyarat artinya harus mendapat izin dari Satgas Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, mendapat izin dari orang tua, dan mahasiswa telah dinyatakan negatif Covid-19 lewat tes cepat antigen atau tes usap.

    Baca juga:  Evaluasi PTM di 16 Provinsi, P2G: Banyak Pelanggaran Prokes

    Sedangkan, bertahap yang dimaksud Jamal adalah membagi sesi masuk PTM bagi mahasiswa. Untuk tahap uji coba ini, UNS hanya membuka kesempatan PTM bagi mahasiswa angkatan 2020/ 2021.

    Jika di kemudian hari laju pertambahan kasus Covid-19 menurun dan laju vaksinasi meningkat, maka UNS akan merencanakan pembukaan PTM bagi mahasiswa semester atas.

    “Kami juga meminta agar Prokes tetap  memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum masuk. Kuliah juga diukur suhu tubuh. Semuanya dan di ruang-ruang kuliah sudah diatur jaraknya,” tambah Jamal.

    Jamal juga menyampaikan jika UNS sudah mengajukan permintaan agar seluruh pimpinan universitas dan dosen divaksin covid-19. Namun, akibat terbatasnya jumlah vaksin covid-19, belum semua dosen UNS bisa divaksin.

    “Kalau kita sudah divaksin. Beberapa hari yang lalu sudah sekitar 450 yang divaksin. Yang diutamakan yang usianya 60 tahun ke atas dan para pimpinan dan organ-organ di UNS, termasuk seluruh Kaprodi,” pungkas Jamal. 

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id