Sivitas UGM Kini Bisa Buat Paspor di Kampus

    Citra Larasati - 03 Maret 2021 15:03 WIB
    Sivitas UGM Kini Bisa Buat Paspor di Kampus
    Kampus UGM. Foto: UGM/Humas



    Jakarta:  UNIversitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Hukum dan HAM melakukan kerja sama peningkatan pelayanan keimigrasian melalui pendirian Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi di kampus UGM.  Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) UKK Imigrasi UGM telah dilakukan awal 2020 silam, sementara layanan mulai diberikan pada akhir tahun 2020.

    “Sebenarnya UKK Imigrasi UGM direncanakan dapat beroperasi lebih awal, namun karena pandemi banyak hal yang harus disesuaikan dan dengan berbagai upaya akhirnya bisa dibuka akhir tahun lalu,” terang Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM, I Made Andi Arsana, Rabu, 3 Maret 2021.






    Ia menerangkan, layanan ini awalnya diinisiasi sebagai upaya untuk memberikan kemudahan dalam pengurusan dokumen keimigrasian, terutama bagi dosen dan mahasiswa internasional di UGM.  Setiap tahun UGM mengelola lebih dari 2.000 mahasiswa dan dosen internasional dari sekitar 90 negara, yang selama berada di UGM perlu melakukan beberapa proses keimigrasian seperti perpanjangan visa.

    Baca juga:  Unej Pakai GeNose untuk Screening Covid-19 di Kampus

    Dari pengalaman beberapa warga negara asing yang dilayani KUI UGM, Andi mengungkapkan bahwa sejumlah dosen atau mahasiswa internasional sempat mengalami kesulitan dalam menerima layanan di kantor imigrasi.

    “Teman-teman yang dari luar negeri mungkin terbiasa dengan pola layanan yang berbeda di negaranya, ketika di sini mereka perlu dikawal secara khusus karena dari segi bahasa, kebiasaan orang melayani, dan lainnya sedikit berbeda,” terangnya.

    Selain memberikan layanan bagi komunitas internasional di UGM, UKK Imigrasi UGM juga memberikan layanan pembuatan paspor bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UGM beserta keluarga.

    Layanan ini, kata Andi, menjadi penting karena sivitas UGM memiliki mobilitas perjalanan luar negeri yang cukup tinggi, terutama sebelum pandemi.

     “Kami memfasilitasi mahasiswa yang ke luar negeri untuk pertukaran pelajar atau short course bisa lebih dari 1.000 setiap tahunnya, jadi load-nya memang cukup tinggi.  Begitu juga dengan dosen UGM, mobilitasnya memang relatif tinggi,” paparnya.

    Andi menerangkan, selama pandemi UKK Imigrasi UGM beroperasi secara terbatas pada hari Senin dan Rabu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Jumlah penerima layanan juga masih dibatasi sebanyak 20 orang setiap harinya.

    “Saat ini kami buka dua hari karena masih pandemi sehingga belum terlalu tinggi minat dan kebutuhannya,” imbuh Andi.

    Prosedur pendaftaran bagi sivitas yang memerlukan layanan dilakukan secara daring, sementara kehadiran fisik hanya diperlukan untuk keperluan penyerahan dokumen fisik atau foto paspor. Pembayaran biaya pembuatan paspor dilakukan secara non-tunai melalui bank yang telah ditunjuk.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id