comscore

Cerita Mahasiswa Unair Ikut Pertukaran Pelajar ke Korsel, Kagum dengan Kecepatan Layanan

Renatha Swasty - 24 Maret 2022 13:29 WIB
Cerita Mahasiswa Unair Ikut Pertukaran Pelajar ke Korsel, Kagum dengan Kecepatan Layanan
Mahasiwa Unair Diba Eriestantia ikut pertukaran pelajar ke Korsel. DOK Unair
Jakarta: Diba Eriestantia sejak kecil kagum dengan kultur pop Korea Selatan. Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) itu begitu senang ketika akhirnya mendapat kesempatan ikut pertukaran mahasiswa di Kota Jeonju, Korea Selatan.

Diba menerima beasiswa Jeonbuk National University (JBNU) Spring Exchange 2022. Dia menjalani satu semester belajar di Korea Selatan bersama mahasiswa setempat maupun mahasiswa internasional.
“Karantina untuk warga asing, alhamdulillah-nya diakomodasi. Kebutuhan apa pun langsung disediakan dengan baik,” kata Diba mengapresiasi layanan yang ia terima selama berada di asrama mahasiswa dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis, 24 Maret 2022.

Calon sarjana Hubungan Internasional (HI) Unair itu bercerita dia turut mendapatkan kesempatan vaksin booster Pfizer. Warga asing bisa mendapatkan booster di pusat kesehatan masyarakat.

Kebijakan itu, kata Diba, sangat menguntungkan. Lantaran, sebagian besar tempat umum memerlukan bukti kelengkapan vaksin pengunjung sebagai akses masuk.

“Efektivitas waktu juga menjadi ciri khas masyarakat di sana,” kata penggemar boyband K-Pop NCT tersebut.

Diba menuturkan sikap itu tercermin dari kehidupan sehari-hari. Layanan dari institusi turut memprioritaskan hal tersebut.

“Di sini semuanya serba cepet. Dari cara orang jalan sampai segi service. Misalnya waktu heater kamar aku rusak dan aku langsung kasih tahu pihak kampus, besok paginya ada petugas datang dan dibenarkan,” tutur Diba yang menjalani studi mulai Maret sampai Juni 2022 tersebut.

Diba memilih fokus studi pengaruh dinamika global terhadap masyarakat Korea Selatan. Mata kuliah Understanding of 20th Century of South Korean Society: Colonial Rule, Cold War and Democracy menyediakan segala yang diperlukan seputar fokus studi Diba.

Diba juga mengikuti kursus bahasa Korea untuk penutur asing. Kursus ini meliputi latihan bicara, mendengar, dan membaca dalam bahasa Korea.

Diba menekankan pentingnya persiapan dokumen sertifikat bahasa asing untuk pertukaran pelajar. Sertifikasi bahasa asing seperti ELPT atau TOEFL sering sekali dibutuhkan sebagai persyaratan.

Tidak hanya mengutamakan ilmu sosial, Jeonbuk juga membuka kesempatan bagi mahasiswa ilmu alam. “Anak Saintek pun bisa ikut karena ada jurusan yang mendukung. Misalnya mata kuliah seperti data science dan solar engineering,” ujar perempuan asal Riau tersebut.

JBNU juga membuka program pertukaran mahasiswa di musim dingin. Program ini, kata Diba, mengakomodasi biaya kuliah, asrama, dan jatah makan tiga kali sehari dari Senin hingga Jumat. Sementara itu, keperluan pribadi lainnya ditanggung peserta.

Baca: Mau Magang di Korea Selatan dengan Beasiswa UST Global Research? Ini Cara Daftarnya
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id