Generasi Muda Diajak Pahami Pancasila Sebagai Ideologi Kebangsaan

    Antara - 01 Juni 2021 13:39 WIB
    Generasi Muda Diajak Pahami Pancasila Sebagai Ideologi Kebangsaan
    Ilustrasi. Foto: Antara/Irfan Anshori



    Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) mengajak generasi muda untuk memahami Pancasila sebagai titik temu ideologi kebangsaan dan ideologi keagamaan. Pancasila merupakan ideologi yang menyatukan.
     
    "Sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, Pancasila adalah titik temu ideologi kebangsaan dan ideologi keagamaan yang berbasis pada nilai-nilai Islam," kata Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 Juni 2021.

    Ia menambahkan Pancasila perlu dibaca dan dipahami oleh generasi muda agar tidak terombang-ambing dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

     



    Baca: Hari Lahir Pancasila, Momentum Refleksi Bagi Warga Pendidikan

    Segenap elemen bangsa, lanjut dia, perlu menahan diri untuk tidak memperuncing hal-hal yang bisa menimbulkan kesalahpahaman dan pertentangan di kalangan umat beragama dan sesama warga bangsa.

    "Dalam hubungan ini, benturan dan intoleransi antara keyakinan agama dan ideologi negara perlu dicegah dan dihindari," ujarnya.

    Fuad Nasar juga mengatakan Pancasila dipandang sebagai dasar negara yang paling tepat untuk eksistensi NKRI. Tantangan bangsa Indonesia di masa kini dan mendatang, kata dia, adalah mengaktualisasikan secara konsekuen Pancasila sebagai pedoman dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah.

    Pancasila, lanjut dia, bukan sekadar semboyan untuk dibaca dan dihafalkan. Pancasila adalah ideologi yang hidup (the living ideology) dan harus ditegakkan untuk memayungi kebhinekaan bangsa.

    "Ideologi apa pun kalau tidak dijalankan dalam kehidupan nyata bernegara takkan memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara," ujarnya.

    Baca: Implementasi Pendidikan Berlandaskan Pancasila Belum Berjalan Baik

    Di bawah panji-panji falsafah dasar negara Pancasila, ia juga meminta semua anak bangsa dengan jiwa besar menghormati keragaman dan mendialogkan perbedaan guna menemukan titik persamaan dalam Bhinneka Tunggal Ika. 

    "Pembangunan manusia dan kebudayaan, hukum, politik, demokrasi, hak asasi manusia, ekonomi, teknologi, kemaritiman, kerja sama internasional dan sebagainya, haruslah senantiasa mencerminkan nilai-nilai fundamental Pancasila sebagai jati diri bangsa," ungkapnya.

    Ia menambahkan pengembangan Pancasila tidak dapat dipisahkan dari jiwa dan semangat beragama. Sekularisme dan liberalisme dalam bentuk apa pun bertentangan dengan Pancasila.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id