Server Ngadat, 360.088 Siswa Belum Finalisasi Akun LTMPT

    Citra Larasati - 07 Januari 2020 16:45 WIB
    Server <i>Ngadat</i>, 360.088 Siswa Belum Finalisasi Akun LTMPT
    Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
    Jakarta:  Sebanyak 10.514 sekolah dan 360.088 siswa belum memfinalisasi proses registrasi akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dengan melakukan simpan permanen data yang sudah didaftarkan.  Jika hingga batas waktu yang ditentukan berakhir, maka sejumlah sekolah dan siswa tersebut terancam tidak dapat mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) dan tidak bisa mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

    Sejumlah siswa sejak Senin, 6 Januari 2020 kemarin menyampaikan banyak keluhan tentang sulitnya melakukan registrasi akun LTMPT yang disebabkan erornya server satu hari menjelang penutupan.  Menanggapi kendala ini, Ketua LTMPT, Mohammad Nasih mengatakan, bahwa saat ini tim sedang mencermati, mengevaluasi dan menganalisis situasi dan perkembangan proses registrasi akun LTMPT, khususnya dalam sepekan terakhir.

    Menurutnya, selama satu bulan lebih sejak pendaftaran dibuka 2 Desember 2019, sistem dan pendaftaran akun berjalan dengan normal.  Hasil pencermatan dan evaluasi tersebut, kata Nasih, akan digunakan untuk mengambil segala tindakan agar registrasi akun LTMPT berjalan dengan lebih baik.

    "Tim berkomitmen untuk tidak akan merugikan masyarakat, baik sekolah maupun siswa dan orang tua.  Segala hal yang diidentifikasi berpotensi merugikan sekolah maupun siswa kebanyakan akan segera diselesaikan," kata Nasih kepada Medcom.id, Selasa, 7 Januari 2020.

    Terkait dengan peluang perpanjangan waktu yang akan dilakukan dalam registrasi akun LTMPT, Nasih mengaku masih akan melihat dan menunggu perkembangan kondisi terkini.  "Kita lihat hasil dan perkembangannya dalam dua atau tiga jam ke depan," kata rektor Universitas Airlangga ini.

    Berdasarkan data LTMPT per Selasa, 7 Januari 2020 pukul 11.22 WIB, jumlah sekolah yang sudah mendaftar akun sebanyak 22.066 sekolah.  Jumlah akun sekolah yang aktif sebanyak 21.043 sekolah.

    "Namun dari jumlah tersebut, jumlah sekolah yang sudah melakukan simpan permanen data baru 11.552 sekolah," kata Nasih.

    Sedangkan untuk siswa, jumlah yang sudah mendaftar akun sebanyak 1.258.104 siswa.  Jumlah akun siswa aktif sebanyak 1.190.888 siswa,  sedangkan siswa yang sudah melakukan finalisasi dengan simpan permanen data baru 898.016 siswa.

    "Terima kasih dan apresiasi bagi siswa dan sekolah yang sudah melakukan finalisasi sejak jauh-jauh hari sebelum hari terakhir pendaftaran," tutur Nasih.

    Sementara itu bagi siswa yang belum melakukan finalisasi masih ada waktu hingga Selasa 7 Januari 2020 pukul 23.59 WIB.  Sekolah dan atau siswa yang tidak mendaftar akun LTMPT hingga simpan permanen akan kehilangan kesempatan untuk mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) sebagai bagian dari tahap pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

    "Hal tersebut pasti merugikan sekolah maupun siswa yang bersangkutan," tegas Nasih.

    Untuk diketahui. registrasi akun LTMPT dilakukan oleh sekolah dan juga siswanya secara mandiri.  Siswa lulusan tahun 2020 akan mengikuti SNMPTN 2020 wajib melakukan registrasi akun mulai 2 Desember 2019-7 Januari 2020.

    Bagi siswa lulusan 2020 yang tidak akan mengikuti SNMPTN 2020, tapi akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk PTN (UTBK-SBMPTN) 2020 masih dapat melakukan registrasi akun pada 7 Februari-5 April 2020 bersamaan dengan registrasi akun bagi lulusan 2018-2019.

    Sebelum melakukan registrasi akun, pihak sekolah atau siswa harus sudah membaca petunjuk Alur Registrasi Akun Sekolah dan Siswa serta melihat Video Tutorial registrasi Akun di https://www.ltmpt.ac.id pada menu Unduhan Tahun 2020.

    Sekolah yang sudah meregistrasi akun untuk diminta tidak melakukan simpan permenen, sampai data sekolah yang tercantum sudah benar.  Dalam hal ini sekolah tidak perlu menunggu siswa melakukan verifikasi dan simpan permanen data,  Walaupun sekolah sudah simpan permanen data, sekolah tetap dapat memantau status registrasi akun siswanya.

    Akreditasi sekolah yang "TMT selesai Akreditasi" setelah tanggal 31 Desember 2018, masih dianggap berlaku.

    Semua perbaikan atau update data sekolah dan siswa harus dilakukan oleh operator sekolah melalui Sistem Dapodik PSDP (Pusat Dara dan Statistik Pendidikan) Kemendikbud atau Sistem EMIS (Education Management Information System) Pendis Kemenag termasuk tentang Nomor Registrasi sekolah diperoleh dari PSDP Kemendikbud atau EMIS Kemenag.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id