Berkat Aplikasi 'Diare' Mahasiswa Unej Sabet Emas di Malaysia

    Antara - 31 Mei 2019 16:25 WIB
    Berkat Aplikasi 'Diare' Mahasiswa Unej Sabet Emas di Malaysia
    Murid SD melakukan cuci tangan memperingati hari mencuci tangan sedunia di Jakarta. Hingga saat ini penyakit infeksi menular seperti diare masih menjadi masalah kesehatan global termasuk Indonesia. MI/Angga Yanuar.
    Jember:  Aplikasi games karya tiga mahasiswa Universitas Jember (Unej) berhasil menyabet emas di Malaysia.  Aplikasi ini mampu memberikan pemahaman akan penyakit diare, yang diberi nama "Komandan H" (Kenali dan obati masalah diare anak dengan herbal).

    Aplikasi ini berhasil menyabet medali emas dan menjadi juara dalam International Conference On Recent Advances in Medical Science di Malaysia.    Ketiga mahasiswa tersebut adalah Yuli Lusiana Sari, Herlin Karismanigntyas, dan Ferry Fitriya Ayu Andira, ketiganya memiliki pengalaman dan pelajaran saat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tentang penyakit diare, sehingga tergerak untuk membuat aplikasi games tentang pemahaman diare.

    "Kebetulan saya mendapatkan lokasi KKN di Jember, sementara Herlin di Asembagus, yang memiliki permasalahan yang sama, yakni banyak anak kena diare," kata Yuli Lusiana Sari di Kampus Unej, Jumat, 31 Mei 2019.

    Saat mengikuti KKN, mereka mengamati masih banyak anak di pedesaan yang terkena penyakit diare, sehingga sebagai calon dokter, insting mereka tergerak untuk meneliti dan mencari solusi atas kasus tersebut.  Penyakit diare yang menyerang anak-anak paling banyak diakibatkan gaya hidup tidak sehat.

    Menurutnya penyakit diare berkembang karena anak-anak di sana masih buang air sembarangan, mandi di sungai yang kotor, makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu, atau makan jajanan yang tidak bersih.  "Kemudian muncul pemikiran bagaimana mendidik mereka
    agar paham untuk mencegah penyakit diare, tetapi dengan media  yang menyenangkan dan akhirnya muncul ide menggunakan aplikasi games yang umumnya disukai anak-anak dengan memberi nama Komandan H," tuturnya.

    Ia juga menyatakan prihatin terhadap masih seringnya masyarakat yang meminum obat antibiotik saat terkena diare.  Padahal tidak semua penyakit diare harus diobati dengan antibiotik.

    Pengobatan diare dengan antibiotik yang tidak terkontrol akan mengakibatkan resistensi, sedangkan di lain sisi, penyakit diare sering diremehkan, padahal jika pasien sampai mengalami dehidrasi maka berpotensi menyebabkan kematian.    Ketiganya akhirnya memilih pengobatan herbal untuk pengobatan diare, mengingat sebenarnya obat untuk diare sudah cukup tersedia di alam Indonesia.

    "Seperti kunyit, lengkuas, daun jambu biji dan lainnya," sebut Yuli.

    Baca:  Hitung Peluang Lolos SBMPTN Pakai QuickRank

    Di dalam aplikasi games "Komandan H", anak-anak diajak mengenal apa itu penyakit diare, gejala, cara menangani penyakit diare hingga cara meramu obat herbal untuk penyembuhan
    diare.  Ia menjelaskan, aplikasi games "Komandan H" yang digagas telah diujicoba pada siswa SDN 02 Tegalgede Jember dan hasilnya banyak siswa yang tertarik memainkan aplikasi tersebut.

    Apalagi permainan itu bisa diatur untuk bermain sendiri atau berkelompok. "Komandan H kami
    susun seperti permainan monopoli yakni siswa atau kelompok siswa berlomba menuju garis akhir dengan terlebih dahulu menjawab soal yang diberikan secara bertahap," ujarnya.

    Menurut Yuli, hasilnya menggembirakan.  Banyak siswa yang tertarik memainkan Komandan H, sehingga diharapkan pengetahuan mereka akan penyakit diare pun muncul, termasuk pengetahuan meramu obat herbal untuk penyakit diare.

    "Kami berhasil menyisihkan peserta lain dari China, Thailand, Malaysia, dan negara Asia lainnya. Menurut dewan juri, penelitian kami dipandang pantas mendapatkan medali emas karena aplikatif dan solutif sehingga bisa disebarluaskan," ujarnya.  



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id