Pesan Dosen UGM untuk Nadiem Makarim Sebagai Mendikbudristek

    Citra Larasati - 29 April 2021 21:43 WIB
    Pesan Dosen UGM untuk Nadiem Makarim Sebagai Mendikbudristek
    Kampus UGM. Foto: UGM/Humas



    Jakarta:  Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad menilai reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Jokowi kali ini berbeda dengan reshuffle yang dilakukan sebelumnya. Nyarwi pun memberikan masukannya untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Nadiem Makarim saat mengemban tambahan tugas barunya.

    Nyarwi mengatakan, menteri termuda itu memiliki peluang lebih untuk mengelola kebijakan publik dan komunikasi publik di lembaga kementerian yang dipimpinnya secara lebih baik.  Ia berharap ke depan tidak lagi dipenuhi dengan kebijakan yang bisa mengundang kontroversi.






    Nadiem perlu menunjukkan kepada publik seperti apa inovasi-inovasi yang dilakukannya ke depan dalam memperkuat bidang riset dan teknologi di Indonesia. “Ini tidak mudah tentunya karena dia dituntut lebih mampu menumbuhkan mentalitas dan budaya riset yang produktif dan kolaboratif di kalangan para akademisi dan peneliti,” ujar Nyarwi dalam siaran pers, Kamis, 29 April 2021.

    Selain itu, Nadiem juga dituntut lebih mampu meyakinkan komunitas akademis dan peneliti agar bisa menghasilkan produk-produk riset yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah bencana pandemi.  Juga membuka beragam jenis lapangan kerja, dan memiliki kemanfaatan sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas.

    Nadiem juga dituntut lebih mampu mendorong beragam jenis kolaborasi antara mereka dengan kalangan industri dan juga masyarakat. “Di sini Nadiem perlu menunjukkan kepada publik inovasi paradigma apa saja yang dia miliki dalam mengelola bidang pendidikan dan kebudayaan dan juga bidang riset dan teknologi khususnya di kalangan para pimpinan dan pengajar di perguruan tinggi di Indonesia,” katanya.

    Nyarwi juga memuji perombakan yang dilakukan Jokowi kali ini yang dinilai tidak sekadar fokus mengganti sejumlah menteri.  Namun, lebih ke arah restrukturisasi organisasi kementerian dan lembaga negara.

    “Reshuflle kali ini lebih menunjukkan sebagai reshuffle nomenklatur kementerian dan lembaga negara. Ini merupakan tradisi reshuffle yang cukup baru dan bagus juga. Model reshuffle seperti juga positif untuk menjaga ritme dan kekompakan kinerja para Menteri Kabinet yang membantu Presiden Jokowi saat ini,” ucap Nyarwi.

    Ia menganggap model reshuffle nomenklatur kali ini diharapkan dapat memaksimalkan capaian kinerja kementerian-kementerian yang membidangi sektor-sektor tertentu. Khususnya bidang investasi, pendidikan, riset dan teknologi, agar lebih maksimal dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya beli masyarakat di tengah wabah pandemi seperti ini.

    Sebagaimana yang kita ketahui, ada dua nomenklatur kementerian baru sebagaimana yang juga sudah disepakati oleh DPR beberapa waktu lalu.  Yaitu Kemendikbud Ristek dan Kementerian Investasi yang diisi oleh Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia. 

    “Hal ini menunjukkan kepercayaan Presiden Jokowi pada Nadiem dan Bahlil makin meningkat,” paparnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id