Kak Seto Minta PAUD dan TK Tak Dilibatkan Belajar Jarak Jauh

    Antara - 10 Oktober 2020 14:16 WIB
    Kak Seto Minta PAUD dan TK Tak Dilibatkan Belajar Jarak Jauh
    Siswa PAUD sedang belajar sambil bermain. Foto: MI/Susanto
    Jakarta:  Psikolog anak Seto Mulyadi atau yang akrab dipanggil Kak Seto menyarankan, sebaiknya anak-anak usia dini atau yang masih belajar pada tingkat taman kanak-kanak (TK) tidak dilibatkan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).  Salah satunya karena penyampaian pembelajaran yang kurang tepat justru bisa membuat mereka stres.

    Kak Seto mengatakan, pola pikir pertama yang harus diubah adalah mengganti istilah "belajar dari rumah" menjadi "belajar di rumah" bersama keluarga. Hal ini sebisa mungkin diterapkan pada anak-anak usia dini atau anak-anak TK.

    "Saya menganjurkan jangan belajar jarak jauh, kenapa enggak belajar jarak dekat bersama dengan ayah dan bunda di rumah. Ada anak TK dari jam 07.00 WIB pagi sampai jam 12 siang menatap ke layar, akhirnya pusing tujuh keliling. Akhirnya stres dan marah-marah, akhirnya malah benci belajar," kata Kak Seto dalam bincang-bincang virtual, Jumat, 9 Oktober 2020.

    "Bukan belajar dari rumah, tapi belajar di rumah. Jadi materi pelajaran dari guru disampaikan ke orang tua dan orang tua yang menyampaikan kepada anak-anak dengan gaya masing-masing, yang penting kompetensinya," ujar Kak Seto melanjutkan.

    Baca juga:  Jokowi: UU Cipta Kerja Hanya Mengatur Pendidikan Formal di KEK

    Ada lima inti penting dari kurikulum yaitu etika, estetika, ilmu pengetahuan, teknologi, nasionalisme dan kesehatan. Kelima hal tersebut harus disampaikan dengan ramah, kreatif, dan penuh dengan rasa persahabatan kepada anak sehingga bisa mencapai hasil yang optimal.

    "Anak usia dini diajak, 'Ayo belajar' nanti dia akan melawan tapi coba, 'Ayo kita bermain'. Jadi bermain gembira karena dunia anak adalah bermain. Melalui bermain ya belajar, belajar etika soal sopan-santun, menghormati orang lain, bekerja sama," ujar Kak Seto.

    Pada poin ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada anak secara bertahap sesuai dengan perkembangan usianya. Orang tua diharapkan tidak memaksakan anak untuk menguasai semua kurikulum pendidikan terlebih pada anak TK.

    "Yang paling utama adalah suasananya gembira, dunia anak adalah bermain dan gembira. Kalau semuanya atas nama kurikulum, semua serba harus bisa, nanti tidak sesuai dengan kejiwaannya," kata Kak Seto.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id