Kemendikbud: Sekolah di Jawa-Bali Belum Boleh Dibuka

    Ilham Pratama Putra - 04 Juni 2020 21:24 WIB
    Kemendikbud: Sekolah di Jawa-Bali Belum Boleh Dibuka
    Plt Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad. Foto: Tangkapan layar.
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kementrian Kesehatan terus melakukan pemantauan terkait perubahan status pandemi di daerah. Hingga saat ini sekolah di Pulau Jawa hingga Bali belum diizinkan dibuka.

    "Semua kabupaten/kota di Jawa, Bali, NTB itu semua daerah merah. Hanya satu daerah hijau diumumkan, yaitu Tegal, tapi kami tak merekomendasikan karena di sekelilingnya masih merah," kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, dalam konferensi video, Kamis, 4 Juni 2020.

    Pembukaan sekolah juga belum diizinkan di wilayah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan kasus, contohnya, Jabodetabek. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diminta diteruskan.

    "Jangan berpikir daerah Jabodetabek itu ada sekolah dibuka. Itu tak mungkin. Begitu juga daerah di Jawa Barat itu tak ada yang satu pun zona hijau. Semua sekolah di Jabar harus PJJ. Tak bisa ditawar," tegasnya.

    Baca: Daerah Jalan Sendiri-sendiri Terapkan Kenormalan Baru di Sekolah

    Namun, Kemendikbud juga telah mendata sekolah yang kemungkinan bisa dibuka. Setidaknya 102 kabupaten/kota telah masuk dalam kriteria sekolah zona hijau, namun masih dalam pertimbangan untuk diberikan izin pembukaan.

    "Di daerah Anambas, Natuna, Simeuleu, Nias, kalau selama dua bulan menurut Gugus Tugas tak ada kasus ditemukan. Maka kami rekomendasi," terang Hamid.

    Hamid menekankan, Pemda harus melakukan koordinasi sebelum memutuskan membuka sekolah. Harus ada konsultasi pula dengan para ahli seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hingga ahli kesehatan lingkungan masyarakat. Pendapat mereka tetap dibutuhkan Pemda walaupun daerah tersebut masuk kategori zona hijau.

    "Yang artinya harus ekstra hati-hati bagi daerah yang sudah dinyatakan zona hijau," tutup Hamid.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id