Kemendikbud Perluas Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi dengan UMKM

    Arga sumantri - 26 September 2020 13:22 WIB
    Kemendikbud Perluas Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi dengan UMKM
    Ilustrasi. Dok Media Indonesia
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ingin memperluas kemitraan pendidikan tinggi vokasi. Jika sebelumnya kemitraan fokus pada dunia usaha dan insustri, Kemendikbud kini membuka peluang kemitraan pendidikan tinggi vokasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit Mitras DUDI) Kemendikbud, Ahmad Saufi mengatakan, UMKM berkontribusi menyerap hampir 97 persen lapangan pekerjaan. Sedangkan, ada lebih dari 2.200 pendidikan tinggi vokasi yang setiap tahun menghasilkan angkatan kerja baru.

    "Para lulusan pendidikan vokasi ini harus bisa diterima sebagai tenaga kerja di dunia usaha dan dunia industri. Sedangkan kita punya peluang besar di UMKM sebagai bagian dari unit usaha. UMKM bahkan menyumbang 60,34 persen PDB nasional. Artinya, jika kita membangun UMKM, maka kita juga ikut membangun ekonomi nasional," tutur Saufi melalui siaran pers, Sabtu, 26 September 2020.

    Menurut Saufi, peluang kemitraan dengan UMKM masih belum secara masif diterapkan oleh pendidikan tinggi vokasi. Tahun ini, Dit Mitras DUDI telah meluncurkan Program Penguatan Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA).

    Baca: Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Jadi Perawat Lansia di Jepang

    Melalui program ini, pendidikan tinggi vokasi penerima program akan mendapatkan dana yang harus dimanfaatkan untuk pengembangan dan pendampingan UMKM. Beberapa kemitraan yang dilakukan, di antaranya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan produk, penyelesaian masalah di UMKM, serta peningkatan kompetensi SDM di UMKM dan pendidikan tinggi vpkasi.

    Saufi menjelaskan, kemitraan pendidikan tinggi vokasi dengan UMKM berbasis pada konsep keterkaitan dan kecocokan (link and match), sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan. Pendidikan tinggi vokasi bertugas untuk berbagi ilmu dan pengetahuan serta mendampingi usaha mikro dan kecil. Sedangkan, di level usaha menengah dan besar dapat dimanfaatkan PTV sebagai tempat magang bagi para mahasiswa.

    "Kami sebagai katalisator dan fasilitator dalam kemitraan dan penyelarasan memberikan pendanaan kepada pendidikan tinggi untuk berpikir bersama memecahkan masalah yang dialami UMKM. Pendidikan tinggi vokasi memiliki sumber daya keilmuan dalam bidang pengolahan, pengemasan, pengawetan, hingga pendistribusian produk yang bisa dibagikan kepada UMKM," papar Saufi.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id