Google.org Donasikan USD 1 Juta untuk Peningkatan Kapasitas Guru

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 18 Februari 2020 19:39 WIB
    <i>Google.org</i> Donasikan USD 1 Juta untuk Peningkatan Kapasitas Guru
    Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf (18/2). Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Google.org mendonasikan USD 1 juta untuk pendidikan Indonesia. Donasi ini diberikan kepada organisasi pendidikan nonprofit Bebras Indonesia untuk digunakan untuk pelatihan guru dan siswa.

    Dalam program yang dinamai Gerakan Pandai ini akan diadakan pelatihan keahlian berpikir komputasional.  Tercatat akan ada 22 ribu guru yang mendapatkan pelatihan di 22 kota berbeda.

    Program ini pun akan berlangsung selama dua tahun, dengan memanfaatkan materi online dan offline.  Adapun misi yang diusung dari Gerakan Pandai ini membantu dua juta murid belajar cara berpikir secara kritis dan menyelesaikan masalah-masalah sulit, sehingga tidak hanya jago menghafal.

    Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf menyampaikan, bahwa apa yang google.org bersama Bebras Indonesia lakukan merupakan upaya untuk mengatasi kekurangan Indonesia di bidang mata pelajaran dasar seperti matematika dan ilmu pasti. Selain itu juga meningkatkan kapasitas guru dan siswa agar memiliki keahlian berpikir komputasional.

    "Kami senang bisa membantu organisasi nonprofit seperti Bebras, yang berkomitmen untuk membekali para guru dan murid dengan keahlian di bidang analisis kritis dan pemecahan masalah, yaitu keahlian berpikir komputasional yang akan memampukan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan ekonomi dan teknologi," terangnya ketika membuka acara 'Grow With Google' di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Februari 2020.

    Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengapresiasi program Gerakan Pandai ini.  Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemendikbud, Awaluddin Tjalla mengatakan, ini sejalan dengan pembaruan Kurikulum 2013 yang memasukkan dua kompetensi anyar yakni Computational Logic dan Compassion.

    Program ini satu frekuensi dengan Computational logic yang diusung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.  "Ada dua lagi dimensi yang berhubungan dengan kurikulum 2013 yakni literasi, salah satunya literasi digital dan ini sangat erat hubungan dengan apa yang dilakukan hari ini. Dan apa yang akan dilaksanakan selanjutnya oleh Bebras di bawah dukungan dari Google," jelasnya.

    Ketua Bebras Indonesia Inggriani Liem menyampaikan, pengguna teknologi yang terampil dan baik tidaklah cukup.  Tetapi juga perlu menumbuhkan kemampuan komputasional sejak dini. Ia pun menyebut, Gerakan Pandai ini titik awal bagi anak-anak Indonesia untuk menjadi SDM unggul yang akan membawa Indonesia maju di dunia digital. 

    "Gerakan Pandai melibatkan 40 perguruan tinggi Biro Bebras Indonesia, 22 ribu guru dan dua juta siswa ini merupakan gerakan yang menjadikan guru berbagai bidang pelajaran sebagai guru penggerak yang akan mengajarkan mata pelajarannya dengan berbudaya digital," terangnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id