Jangan Diam Saja! Ayo, Lawan Kekerasan Berbasis Gender dengan Mengikuti Proyek Aksi Nyata Kita

    M Studio - 09 Desember 2020 09:01 WIB
    Jangan Diam Saja! Ayo, Lawan Kekerasan Berbasis Gender dengan Mengikuti Proyek Aksi Nyata Kita
    Proyek akhir Aksi Nyata Kita merupakan rangkaian seri webinar kampanye anti kekerasan berbasis gender yang diadakan Puspeka Kemendikbud pada November 2020



    Jakarta: Indonesia belum terbebas sepenuhnya dari tindak kekerasan berbasis gender. Perempuan kerap menjadi korban kekerasan. 

    Berdasarkan data yang dirilis Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), kekerasan berbasis gender meningkat 63 persen selama pandemi covid-19. Hal ini terjadi akibat perempuan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

     



    Tercatat hingga Oktober 2020, Komnas Perempuan menerima 1.617 laporan. Rinciannya, 1.458 kasus kekerasan berbasis gender dan 159 nonkekerasan berbasis gender. Kekerasan tersebut terjadi di ranah personal sebanyak 960 kasus, komunitas 480 kasus, dan negara 18 kasus. Sementara, bentuk kekerasan yang terjadi, yaitu kekerasan psikis sebanyak 964 kasus, dan kekerasan seksual sebanyak 888 kasus yang terjadi di rumah tangga maupun komunitas.

    Tingginya angka kekerasan berbasis gender tak bisa didiamkan. Harus ada tindakan nyata yang dilakukan pemerintah dan masyarakat.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Penguatan Pendidikan Karakter (Puspeka) menyelenggarakan Proyek Akhir Blog dan Vlog Aksi Nyata Kita dengan tema Ayo Lawan Kekerasan Berbasis Gender! 

    Proyek akhir Aksi Nyata Kita merupakan rangkaian seri webinar kampanye anti kekerasan berbasis gender yang diadakan Puspeka Kemendikbud pada November 2020.
     
    Kepala Puspeka Kemendikbud Hendarman mengatakan rangkaian webinar dan proyek akhir ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masalah kekerasan berbasis gender. 

    “Mari seluruh Sahabat Karakter untuk bersama-sama melawan kekerasan berbasis gender,” kata Hendarman.
     
    Diadakannya proyek akhir ini bertujuan untuk memperluas publikasi dari substansi rangkaian webinar kampanye anti kekerasan berbasis gender termasuk kekerasan seksual. 

    Tak hanya itu, lomba ini sekaligus menjadi wadah berekspresi dan berkompetisi bagi para penulis blog dan pembuat vlog, serta memberikan variasi dan pemicu daya tarik agar peserta tetap setia mengikuti webinar selanjutnya.
     
    Tujuan yang tidak kalah penting dari proyek akhir ini, yaitu untuk menyampaikan pesan praktik terkait anti kekerasan berbasis gender dan memberikan contoh aksi nyata melawan kekerasan berbasis gender melalui media kampanye blog dan vlog.
     
    Proyek Aksi Nyata Kita digelar dalam lima kategori peserta, yaitu siswa SMP sederajat, siswa SMA/SMK sederajat, mahasiswa, pendidik, dan umum. Masing-masing peserta hanya boleh memilih salah satu kategori proyek akhir, blog ataupun vlog.

    Syarat dan ketentuan umum dari proyek akhir Aksi Nyata Kita sebagai berikut. 

    1. Hasil karya bersifat orisinal, tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak mana pun, dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

    2. Apabila karya menggunakan musik yang memiliki hak cipta, peserta harus melampirkan izin dari pemilik hak tersebut.

    3. Karya yang diikutsertakan dalam lomba, tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis.

    4. Seluruh karya tidak mengandung unsur ujaran kebencian, SARA, pornografi, kekerasan, dan politik.

    5. Seluruh peserta hanya boleh mengikuti salah satu lomba blog atau vlog.
     
    6. Seluruh peserta tidak dipungut biaya dalam mengikuti lomba.

    7. Kemendikbud berhak menggunakan seluruh karya yang diikutkan pada lomba sebagai bahan sosialisasi penguatan pendidikan karakter.

    8. Keputusan akhir juri tidak dapat diganggu gugat.

    9. Kemendikbud dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga dan konsekuensi hukum atas karya yang dikirimkan. 

    Calon peserta dapat mengirimkan karya proyek akhir mulai 21 November 2020. Karya proyek akhir ini wajib diunggah melalui laman Puspeka Kemendikbud paling lambat pada 14 Desember 2020, pukul 18.00 WIB. 

    Tiga peserta terbaik dari masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah gawai dan akan diumumkan melalui media sosial Puspeka Kemendikbud pada 20 Desember 2020. 

    Bagi #SahabatKarakter yang sudah mengirimkan karya diperbolehkan jika ingin mengubah atau mengirim karya kembali. Karya yang dinilai adalah karya yang terakhir dikirimkan. Bagi yang belum mengirimkan karya, Anda masih memiliki kesempatan membuktikan aksi nyatamu #LawanKekerasanBerbasisGender.

    Informasi lebih lengkap bisa #SahabatKarakter #CerdasBerkarakter simak di laman cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id

    Jangan Diam Saja! Ayo, Lawan Kekerasan Berbasis Gender dengan Mengikuti Proyek Aksi Nyata Kita


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id