2021, Kemenag Anggarkan Rp22 Miliar untuk Akreditasi Prodi PTKI

    Citra Larasati - 06 Januari 2021 14:52 WIB
    2021, Kemenag Anggarkan Rp22 Miliar untuk Akreditasi Prodi PTKI
    Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
    Jakarta:  Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan memberi prioritas pada program akreditasi program studi (prodi) bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).  Besar anggaran yang bakal dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp22 Miliar.

    Berdasarkan data Kemenag, ada 791 prodi yang akan diakreditasi tahun ini. “Tahun 2021 harus lebih cepat lagi dalam melakukan akreditasi program studi. Prioritasnya adalah prodi pada perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) dengan dana yang disiapkan Rp22 Miliar," kata Direktur Diktis Kemenag, Suyitno, di Jakarta, Rabu, 6 Januari 2021.

    Lebih lanjut disampaikan Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini, bahwa akreditasi prodi ini menjadi pintu masuk untuk akreditasi institusi. Semua itu, sesuai dengan rencana beberapa tahun sebelumnya, harus didukung pula dengan kehadiran Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

    Sesuai dengan Sapta Program Diktis, Suyitno menyebut program kelima, percepatan akreditasi itu salah satunya dengan mendorong keberadaan LAM Keagamaan.  Mengingat keterbatasan asesor di BAN-PT untuk prodi di lingkungan Diktis, khususnya bidang keagamaan.

    “Proses pengajuan LAM Keagamaan ini, alhamdulillah sudah berjalan sesuai prosedur," ucapnya.

    Ia juga berharap, proposal studi kelayakan LAM Keagamaan yang telah disubmit akhir tahun 2020 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera diproses.  "Sehingga Kementerian Agama dapat diberikan mandat untuk menjalankan amanah dari LAM tersebut, syukur dimulai pada tahun 2021 ini," kata mantan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ini.

    Baca juga:  Catat! Ini Tanggal Penting SNMPTN 2021

    Pembahasan awal tahun 2021 juga mempertegas agenda berikutnya dari Sapta Program Diktis, yaitu penguatan Ma’had al-Jamiah di PTKI dengan menggandeng Direktorat Pondok Pesantren. Menurut Suyitno, saat pembelajaran model daring atau Pembelajaran Jarak Jauh diberlakukan, maka program Ma’had al-Jamiah, sekurangnya setahun para mahasiswa ikut dengan pesantren terdekatnya.

    Tentu saja, pondok pesantren yang sesuai dengan kriteria, seperti protokol kesehatan harus ketat dan jaringan internet harus kuat. "Semua itu harus disiapkan dengan matang awal tahun 2021 ini," tegasnya.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani meyakini hal tersebut akan terwujud dengan kerja sama semua pihak, terutama kerja tim Diktis. “Saya percaya dengan sepenuhnya, apa yang direncanakan oleh Direktur Diktis, insyaAllah akan terwujud," tegasnya.

    Sebab, saat ini ia juga mendorong direktorat lain di Pendidikan Islam supaya dapat jalan bersama untuk mewujudkan visi misi Kemenag.  "Berjalan cepat itu penting, tetapi langkah bersama itu jauh lebih mudah akan mewujudkan program prioritas yang berdampak pada masa-masa yang akan datang," ujar Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati Bandung ini.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id