comscore

Vaksinasi Anak Lampaui Target, Boyolali Masih Enggan PTM 100%

Antara - 19 Januari 2022 15:14 WIB
Vaksinasi Anak Lampaui Target, Boyolali Masih Enggan PTM 100%
Ilustrasi. Foto: MI/Andri Widiyanto
Boyolali: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk jenjang TK hingga SMP. Kendati, vaksinasi anak di wiayah itu sudah melampaui target sasaran.

"Pelaksanaan PTM tetap terbatas dengan prokes ketat sehingga Boyolali belum 100 persen," kata Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto usai menghadiri vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 1 Sawahan di Boyolali, Rabu, 19 Januari 2022.
Ia mengaku khawatir jika PTM 100 persen dilaksanakan akan menimbulkan persepsi masyarakat bahwa situasi telah pulih dari pandemi. Ia mengatakan PTM dengan prokes ketat dipilih dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat.

Ia menambahkan standar operasional prosedur (SOP) ketika kelompok siswa dalam belajar lebih dari 16 anak harus disetop. Kapasitas ruang kelas berukuran 7x7 meter persegi itu, maksimal 16 anak. Kegiatan PTM di Boyolali hingga hari ini diklaim tidak ada masalah.

"Salah satu syarat melaksanakan PTM, setidaknya sudah disuntik vaksin sekali. Alhamdulillah, capaian vaksinasi dosis pertama anak usia 6-11 tahun di Boyolali sudah tinggi di atas 100 persen," ujarnya.

Baca: Pembaharuan Kurikulum Pendidikan Hukum Dinilai Lambat

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Boyolali sudah mencapai 97.499 anak atau 101,9 persen dari total target sasaran 95.713 anak. Dosis kedua, sebanyak 5.066 anak.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinkes Boyolali melakukan tes usap antigen secara acak, baik untuk siswa maupun pengajar, sekitar 10 persen dari jumlah siswa yang PTM. Hingga saat ini, kata dia, tidak ditemukan kasus positif dari lingkungan sekolah.

Kendati demikian, pihaknya terus menekankan disiplin dan konsisten terhadap protokol kesehatan, keselamatan, dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidikan.

"Prioritas kedua sesuai dengan kewenangan mengelola anak-anak masih tumbuh kembang ketika masih membutuhkan pendampingan guru, maka tidak ada pilihan lain. Pilihan terbaik PTM terbatas dengan prokes sehingga tumbuh kembang anak dapat didampingi dan dibimbing oleh guru-guru," katanya.

Jumlah TK di Boyolali yang melaksanakan PTM terbatas dengan prokes ketat 550 unit, SD 582 unit dan SMP 98 unit yang tersebar di 22 kecamatan di wilayah itu.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id