Sekolah Berbasis Asrama Diminta Tak Asal Buka

    Nur Azizah - 13 Juli 2020 15:38 WIB
    Sekolah Berbasis Asrama Diminta Tak Asal Buka
    Santri Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah, Sibreh, antre mengikuti rapid test setelah libur panjang di Aceh Besar, Aceh, Kamis, 11 Juni 2020. Foto: Antara/Irwansyah Putra
    Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan bahaya penularan covid-19 di sekolah berbasis asrama. Hal ini merespons kondisi di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat, yang menjadi klaster baru penyebaran virus korona.

    "Pesan Bapak Presiden terkait dengan kegiatan pendidikan yang berbasis asrama untuk hati-hati," kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

    Menurut dia, hal ini juga berlaku bagi pesantren. Doni menyampaikan bila satu orang terpapar covid-19, potensi penularan virus sangat tinggi.

    Di sisi lain, pemerintah berencana membuka kembali sekolah di wilayah berisiko rendah atau zona kuning. Namun, mekanisme pembukaan sekolah ini masih digodok.

    "Menyangkut sekolah, Gugus Tugas hanya rekomendasikan untuk sekolah di zona hijau. Tapi, kami sedang memikirkan permintaan masyarakat agar zona kuning pun diizinkan," kata Doni.

    Baca: 413 SMA di Aceh Mulai Belajar Tatap Muka

    Ia mengaku pihaknya masih berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencari formula yang pas. Bila disetujui, jumlah siswa yang masuk sekolah harus dibatasi.

    "Pelajar pun dibatasi hanya maksimal dua kali ikut kegiatan. Presentase pelajar di ruangan tak boleh lebih dari 25-30 persen," ujar jenderal bintang tiga itu.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id