Menteri Nasir Harap Pemuda Bali Kaya Inovasi

    Candra Yuri Nuralam - 25 Agustus 2019 17:17 WIB
    Menteri Nasir Harap Pemuda Bali Kaya Inovasi
    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (kiri) dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2019. ANT/Nyoman Budhiana.
    Bali: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melepas 15.500 peserta gerak jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 Tahun 2019. Nasir berharap muncul inovator andal dari pemuda Bali.

    "Mudah-mudahan inovasi selalu muncul dari anak- anak muda Indonesia di Bali. Dari generasi muda Bali akan muncul inovator yang masuk kelas dunia," kata Nasir di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Minggu, 25 Agustus 2019.

    Nasir mengatakan Indonesia telah mempunyai dua perusahaan teknologi berstatus unicorn. Keduanya menduduki 20 besar unicorn di Asia. Ia mencontohkan perusahaan Gojek yang menempati peringkat tujuh di Asia.

    Menristekdikti berharap generasi muda mencontoh semangat para inovator andal itu. Ia ingin rangkaian peringatan Harteknas 2019 menghasilkan perusahaan rintisan baru yang bisa sukses ke depan.

    "Generasi muda Bali dapat menjadikan ini sebagai sumber inspirasi. Mudah-mudahan di Bali akan muncul banyak startup sehingga ekonomi daerah dapat tumbuh lebih baik," ujar Nasir.

    Baca: Mahasiswa Papua Andalan Juara di Olahraga dan Seni

    Nasir mengapresiasi respon masyarakat Bali terhadap perayaan Harteknas. Ia optimistis perekenomian akan tumbuh bersama teknologi.

    Dia menambahkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Sistem Nasional, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bisa mewadahi para inventor. Karena di sana ada Litbang Jirap (penelitian, pengkajian, dan penerapan teknologi) untuk menghasilkan inovasi.

    "Penelitian bernilai ekonomis, ada banyak. Mulai dari besar, sedang, dan kecil. Contoh yang besar, bagaimana minyak sawit bisa dijadikan bahan bakar minyak, seperti solar dan avtur. Kalau bisa diselesaikan dalam dua tahun ke depan, kita tidak impor BBM. Kita bisa hemat Rp 17,6 miliar dolar atau Rp 250 triliun," terang Nasir.

    Acara Gerak Jalan Sehat ini turut diikuti Kepala BPPT Hammam Riza, pejabat eselon I dan II serta pegawai Kemenristekdikti, lembaga pemerintah non kementerian (LPNK), pimpinan perguruan tinggi, LLDikti Wilayah VIII, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bali, dan dosen serta mahasiswa dari Universitas Udayana, Poltek Negeri Bali, ISI Denpasar, Undiksha, dan ITB STIKOM Bali.

    Selepas acara gerak jalan, Menristekdikti membuka Ritech Expo 2019, pameran tahunan yang menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi di berbagai bidang teknologi. Pameran ini menyajikan berbagai produk inovasi unggulan dari perguruan tinggi, lembaga riset, industri, hingga para inovator yang keseluruhannya merupakan karya anak bangsa.  




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id