'Merdeka Belajar' Dipatenkan Sekolah Cikal, Ini Respons Kemendikbud

    Ilham Pratama Putra - 11 Juli 2020 11:33 WIB
    'Merdeka Belajar' Dipatenkan Sekolah Cikal, Ini Respons Kemendikbud
    Plt. Irjen Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang. Foto: Medcom.id
    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya menanggapi paten merek dagang Merdeka Belajar yang kini dimiliki oleh PT Sekolah Cikal.  Program ini telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim akhir 2019 lalu.

    Nadiem Makarim sejak akhir tahun lalu menggagas bahkan akhirnya meluncurkan program Merdeka Belajar yang kini sudah memasuki episodenya yang kelima.  Terbaru, program Merdeka Belajar versi Kemendikbud memasuki episode Guru Penggerak.

    Namun beberapa hari belakangan, para aktivis pendidikan ramai membicarakan kembali program tersebut.  Pasalnya, para aktivis menemukan sebuah data di laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI), Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan bahwa Merdeka Belajar telah menjadi merek yang dipatenkan oleh PT Sekolah Cikal.

    Sekolah Cikal sendiri dipimpin Najelaa Shihab yang juga menjadi Dewan Pembina Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) yang selama ini bermitra dengan Kemendikbud.  Dari laman PDKI tersebut diketahui, PT Sekolah Cikal telah mengajukan pendaftaran Merdeka Belajar sebagai merek sejak 2018, kemudian baru terdaftar secara resmi pada Mei 2020.

    Menanggapi hal ini, Plt. Irjen Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui jika Merdeka Belajar itu milik Sekolah Cikal.

    “Saya belum tahu mengenai hal ini,” kata Chatarina kepada Medcom.id, Jumat 10 Juli 2020.

    Baca juga:  Sekolah Cikal Patenkan 'Merdeka Belajar', Ini Jawaban Najelaa Soal Royalti

    Chatarina belum bisa menjelaskan langkah apa yang akan ditempuh Kemendikbud dalam menyikapi persoalan kesamaan nama program tersebut. Pihaknya juga belum memikirkan apakah akan melakukan kerja sama atau membayar royalti penggunaan nama program Merdeka Belajar.

    “Saya juga belum mendapat info soal royalti, Saya memang baru tahu info ini. Karena secara regulasi tidak ada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang Merdeka Belajar atau menyebut Merdeka Belajar,” jelasnya.

    Soal hak milik nama Merdeka Belajar yang jatuh kepada Sekolah Cikal, Chatarina tak banyak berkomentar. Dia berdalih, Merdeka Belajar milik Kemendikbud dapat digunakan karena tidak tertera dalam Permendikbud.

    “Sekali lagi, secara legal tidak ada regulasi Permendikbud menyebutkan kata Merdeka Belajar,” tegasnya.

    Baca juga:  'Merdeka Belajar' di Program Pemerintah Berpotensi Untungkan Pemilik Paten

    Merdeka Belajar telah terdaftar di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham pada 22 Mei 2020 lalu. Pendaftaran Merdeka Belajar sudah diajukan sejak 1 Maret 2018.

    Dalam laman PDKI itu dijelaskan jika Merdeka Belajar terdaftar sebagai penamaan untuk bimbingan kejuruan, jasa pengajaran, hingga Jasa penyelenggaraan taman belajar dan bermain. Pemilik dari nama Merdeka Belajar adalah PT Sekolah Cikal, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id