Sekolah Dilarang Gelar MPLS Tatap Muka

    Antara - 13 Juli 2020 17:25 WIB
    Sekolah Dilarang Gelar MPLS Tatap Muka
    Plt Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad. Foto: Tangkapan layar.
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melarang penyelenggaraan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara langsung atau tatap muka. Kebijakan ini berlaku pula bagi sekolah yang berada di wilayah zona hijau penyebaran virus korona (covid-19).

    "Sekolah yang berada di zona hijau bisa menyelengarakan pembelajaran tatap muka, namun untuk MPLS tetap tidak diperbolehkan menyelenggarakan secara tatap muka atau langsung," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.

    Dia menambahkan kesehatan dan keselamatan peserta didik merupakan hal yang utama pada saat ini. Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan dari setiap dinas pendidikan mengenai berapa banyak yang sudah menyelenggarakan pendidikan tatap muka.

    Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi COVID-19.

    Untuk pembelajaran tatap muka, prosesnya dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dari jenjang SMP dan SMA/SMK terlebih dahulu. Baru kemudian tiga bulan berikutnya untuk jenjang SD.

    Baca: Pengenalan Lingkungan Sekolah di Surabaya Dihadiri Perwakilan Siswa Baru

    Kepala UPT SMPN Medan Rohanim menceritakan pelaksanaan PJJ di SMPN 38 Medan, yang masih berada di zona merah. Rohanim berbagi praktik tentang pelaksanaan MPLS secara virtual di SMPN 38 Medan melalui tayangan video.

    Menurut Rohanim, masih ada saja orang tua murid yang menghendaki sekolah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka layaknya sebelum masa pandemi.  "Kami tetap memberlakukan PJJ sebagaimana arahan pemerintah," kata Rohanim.

    Anggota Komisi X DPR Desy Ratnasari mengatakan orang tua dapat berkontribusi dengan mengawasi kegiatan belajar anak, mendampingi anak selama belajar di rumah, serta memfasilitasi kebutuhan belajar anak.

    "Penting bagi orang tua untuk mengetahui karakteristik anak, terutama terkait gaya belajar anak, sehingga dapat mendampingi anak belajar dengan optimal dan tetap menyenangkan, meskipun di rumah saja," kata Desy.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id