Legislator Pertanyakan Sampel Uji Coba Asesmen Nasional

    Ilham Pratama Putra - 27 Oktober 2020 10:56 WIB
    Legislator Pertanyakan Sampel Uji Coba Asesmen Nasional
    Anggota Komisi X DPR, Ferdiansyah. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) telah melakukan uji coba Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter. Sistem uji coba pengganti Ujian Nasional (UN) itu dipertanyakan, karena hanya menggunkan sedikit sampel sekolah.

    "Masa setiap kabupaten hanya diwakili 1,4 sekolah ya, satu sekolah setiap kota atau kabupaten kan lucu," kata Anggota Komisi X DPR, Ferdiansyah dalam Webinar Youtube Pendidikan VOX Point.

    Data itu dilihat Ferdiansyah dari data desain final uji coba AKM. Ada 600 sekolah setiap jenjang yang diuji coba.

    "Saya hitung 600 dibagi 514 kabupaten kota. Berarti 1,4 sekolah," terangnya.

    Baca juga:  Kemenko PMK Minta Sosialisasi Asesmen Nasional Segera Dilakukan

    Kemudian jika dihitung dari jumlah murid, maka hanya 46,9 orang yang diuji untuk AKM di setiap kota atau kabupaten. Menurutnya sampel tersebut tidak mewakili untuk memutuskan bagaimana AKM berjalan dan apakah AKM dapat menjadi standar pendidikan yang tepat.

    "Muridnya 24.125 kalau kita bagi rata-rata di 514 kabupaten/kota cuma 46,9 orang," ungkapnya.

    Dia berharap AKM ini dievaluasi secara serius. Dia tidak ingin kebijakan yang diambil Kemendikbud berdasarkan uji coba yang terkesan bercanda tersebut.

    "Lucu juga dunia pendidikan, semoga enggak jadi 'srimulat' dunia pendidikan. Kalau dulu diledekin Gus Dur (Presiden ke-4 Indonesia), DPR itu Taman Kanak-kanak, jangan sampai nanti Kemendikbud kita bilang tempat penitipan anak-anak," pungkasnya.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id