Sosialisasi KIP Kuliah Merdeka Harus Sentuh Daerah 3T

    Arga sumantri - 08 April 2021 13:24 WIB
    Sosialisasi KIP Kuliah Merdeka Harus Sentuh Daerah 3T
    Mendikbud nadiem makarim saat berdialog dengan penerima KIP Kuliah di ITK Balikpapan. Foto: Kemendikbud/Humas



    Balikpapan:  Ageng Margiyanto, jadi salah satu penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka. Mahasiswa baru jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan itu mengaku semangat dan termotivasi melanjutkan kuliah berkat KIP Kuliah Merdeka. 

    "Saya memanfaatkan program KIP Kuliah Merdeka untuk dapat kuliah di ITK. Ini adalah mimpi saya untuk menjadi seorang pengusaha pada sektor industri," kata Ageng saat berdialog dengan Mendikbud Nadiem Makarim di ITK Balikpapan, Rabu, 7 April 2021.






    Namun, Ageng berharap program KIP Kuliah Merdeka ini dapat disosialisasikan lebih masif. Khususnya, bagi calon mahasiswa yang kurang mampu di daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T).

    "Saya yakin banyak juga teman-teman saya di pelosok yang punya mimpi berkuliah dan berharap bisa mendapat KIP Kuliah," ungkapnya.

    Sementara itu, penerima KIP Kuliah Merdeka lainnya, Iin Armia bercerita tentang proses pendaftaran KIP Kuliah Merdeka. Ia mengaku tak mengalami kesulitan dalam proses mendapat bantuan pendidikan tersebut.

    "Alhamdulillah sangat bersyukur dan sangat terbantu sekali dengan adanya KIP Kuliah Merdeka ini. Saat mendaftar tidak ada kendala sama sekali. Itulah kenapa saya bisa berkuliah di sini," ujar Iin.

    KIP Kuliah Merdeka merupakan program bantuan pendidikan tinggi bagi mahasiswa tak mampu. Pembeda dengan program serupa tahun-tahun sebelumnya, yakni terkait skema pendanaan. 

    Kemendikbud telah mengubah skema KIP Kuliah mulai tahun ini. Bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup pada KIP Kuliah Merdeka jauh lebih tinggi, namun hanya berlaku untuk mahasiswa baru yang menerima KIP Kuliah pada 2021.

    Baca juga:  Nadiem di ITK: Mahasiswa Kini Pede Masuk Kampus dan Prodi 'Mahal'

    Mahasiswa penerima KIP Kuliah yang masuk prodi terakreditasi A atau unggul, bisa mendapatkan maksimal bantuan hingga Rp12 juta per semester. Kemudian, prodi terakreditasi B bisa mendapatkan maksimal Rp4 juta. Sementara, prodi terakreditasi C bisa mendapatkan maksimal Rp2,4 juta.

    Skema biaya hidup bagi penerima KIP Kuliah Merdeka juga disesuaikan dengan indeks kemahalan daerah. Besaran biaya hidup yang diterima mahasiswa pemegang KIP Kuliah Merdeka ini dibagi ke dalam lima klaster daerah. 

    Klaster pertama sebesar Rp800 ribu, klaster kedua sebesar Rp950 ribu dan klaster ketiga sebesar Rp1,1 juta. Kemudian, daerah kampus yang klaster keempat mendapat sebesar Rp1,25 juta, dan klaster kelima sebesar Rp1,4 juta.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id