Demo Tolak Omnibus Law

    KPAI: Anak Bosan PJJ, Ikut Demo Jadi Alternatif Kegiatan

    Ilham Pratama Putra - 14 Oktober 2020 11:08 WIB
    KPAI: Anak Bosan PJJ, Ikut Demo Jadi Alternatif Kegiatan
    Ilustrasi unjuk rasa. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kondisi psikologis anak sangat rentan terpengaruh untuk ikut aksi unjuk rasa. Ditambah lagi anak mengalami kebosanan saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga aksi demo dianggap sebagai alternatif kegiatan untuk membunuh bosan.

    Terlebih pada masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Komisioner KPAI di Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengatakan, anak yang bosan ketika PJJ menjadikan demo sebagai alternatif kegiatan.

    "Psikologis anak-anak yang akrab dengan gadget-nya dan produksi ekspresi politik di gadget yang masuk ke akun dan grup mereka. Menyebabkan anak banyak mengonsumsi ekspresi politik hari ini. Dan situasi pembatasan menyebabkan mereka terpanggil untuk datang," kata Jasra dalam keterangannya Selasa, 13 Oktober 2020.

    Dengan banjirnya informasi itu, anak semakin terpancing. Pemahaman mereka yang masih minim dan emosional tidak stabil semakin membuat anak terpanggil.

    "Informasi yang membuat emosional misalnya, mereka khawatir aturan ini mengancam pada mereka dan orang tua. Dengan informasi yang sangat terbatas diterimanya, namun karena ramai di akun dan medsos (media sosial) mereka, menyebabkan mereka sampai di sini (lokasi demo)," lanjut dia.

    Yang disayangkan, kata Jasra, anak-anak akhirnya menjadi martir kekerasan di lokasi demo. Inilah yang harus disadari para penyelenggara demonstrasi.

    Baca juga:  KPAI: Alasan Pelajar Ikut Demo karena Bosan Tak Sekolah

    Pihaknya khawatir bila demo terus berlangsung berhari-hari. Maka tren anak-anak di lingkaran demo akan semakin banyak.

    Kecenderungn demonstrasi rusuh yang melibatkan anak-anak harus menjadi perhatian bersama. Sebab, tak sedikit akhirnya anak-anak yang ditangkap oleh aparat keamanan.

    "Padahal kita tahu anak-anak hadir di aksi dan terus menjadi hal yang semakin buruk dari dampak ajakan orang dewasa," ujar Jasra.

    Untuk itu KPAI akan segera melaksanakan Sidang Pleno dengan memanggil pejabat lintas Kementerian dan Lembaga, OKP Pelajar berbasis agama, Ormas dan Forum Anak Nasional dalam urun rembug situasi unjuk rasa yang melibatkan anak anak ini. Hingga meminta orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak mereka.

    "Karena Saya masih menjumpai perlindungan keluarga masih minim, orang tua jarang pulang dan belajar online di rumah pun hanya berujung pada penugasan," pungkas Jasra.



    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id