Era 'Kampus Merdeka' Re-akreditasi Punya Aturan Baru

    Ilham Pratama Putra - 24 Januari 2020 19:37 WIB
    Era 'Kampus Merdeka' Re-akreditasi Punya Aturan Baru
    Mendikbud, Nadiem Makarim saat memaparkan program 'Kampus Merdeka'. Foto: Kemendikbud/BKLM
    Jakarta:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memberikan keleluasaan bagi perguruan tinggi untuk melakukan akreditasi ulang atau re-akreditasi. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang baru saja diluncurkan Nadiem. 

    Melalui kebijakan ini, akreditasi yang sudah ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tetap berlaku selama lima tahun, namun akan diperbarui secara otomatis. 

    "Bagi yang tidak membutuhkan reakreditasi dan merasa belum mau naik level, akreditasi akan di-approved secara otomatis (status akreditasi terakhir terus berlaku sampai ada pangajuan reakreditasi secara sukarela)," kata Nadiem di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat 24 Januari 2020.

    Sementara perguruan tinggi yang ingin menaikkan levelnya dalam akreditasi akan diprioritaskan.  Pengajuan reakreditasi Perguruan tinggi dan prodi paling cepat dua tahun sejak akreditasi terakhir kali. 

    Pihaknya berjanji akan memberikan kemudahan bagi perguruan tinggi untuk mendapatkan akreditasi.  "Saya akan prioritaskan, tapi kalau tidak merasa butuh itu tidak apa-apa. Untuk perguruan tinggi yang berakreditasi B dan C bisa mengajukan peningkatan akreditasi kapanpun," tutur Nadiem. 

    Nadiem juga membuka kesempatan bagi perguruan tinggi untuk mengejar akreditasi internasional.  Perguruan tinggi yang telah mendapatkan akreditasi internasional juga akan otomatis mendapatkan akreditasi A di tingkat nasional. 

    "Nanti, Akreditasi A pun akan diberikan kepada perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi internasional. Daftar akreditasi internasional yang diakui akan ditetapkan dengan Keputusan Menteri," jelas Nadiem. 

    Sementara evaluasi akreditasi akan dilakukan BAN-PT jika ditemukan penurunan kualitas yang meliputi pengaduan masyarakat dengan disertai bukti konkret.  Selain itu evaluasi dapat dilakukan jika terjadi penurunan tajam jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dan lulus dari prodi ataupun perguruan tinggi.

    Selain itu, Nadiem membuka kesempatan bagi asosiasi profesi untuk melakukan akreditasi perguruan tinggi.  Menurutnya, lembaga tersebut lebih menguasai secara spesifik disiplin keilmuan sebuah prodi.

    Dibalik kemudahan akreditasi, Nadiem menegaskan bahwa pemerintah masih tetap melakukan pemantauan. Sebab pihaknya tidak ingin ada perguruan tinggi yang mengalami penurunan kualitas usai akreditasi.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id