comscore

Cegah Kepunahan, Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah Perlu Dikebut

Arga sumantri - 26 Oktober 2021 20:55 WIB
Cegah Kepunahan, Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah Perlu Dikebut
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Bahasa dan sastra Indonesia dan daerah dinilai memerlukan perhatian khusus dari pemangku kepentingan. Keberadaan bahasa dan sastra daerah saat ini disebut mengalami krisis yang cukup memprihatinkan.

Kepala Balai Bahasa Kalimatan Tengah (Kalteng) Valentina Lovina Tanate menyampaikan di tengah kemudahan dalam mengakses dan membagikan informasi pada ruang digital, penggunaan bahasa dan sastra daerah semakin terpinggirkan. Hal ini berpengaruh terhadap sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra daerah yang kian menurun. 
"Bahasa dan sastra daerah sebagai aset dan kekayaan nasional sekaligus identitas dan cerminan karakter bangsa Indonesia tidak boleh terpinggirkan," kata Lovina melalui keterangan tertulis, Selasa, 26 Oktober 2021.

Ia menyebut, derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi semestinya menjadi peluang untuk merancang atau merekayasa teknik atau moda yang dalam hal pelestarian, pelindungan, serta revitalisasi bahasa dan sastra daerah.

Guna mewadahi penyebaran informasi kebahasaan dan kesastraan tersebut, Balai Bahasa Kalimantan Tengah (Kalteng) pun melaksanakan Seminar Internasional Bahasa dan Sastra Daerah I (Sinar Bahtera I) tahun 2021. Seminar ini mengusung tema 'Keberagaman Bahasa dan Sastra Daerah Memperkukuh Jati Diri Bangsa Indonesia dalam Menyambut Revolusi Industri 4.0'.

Baca: Terancam Punah, Bahasa dan Sastra Lisan Komering Direvitalisasi

Ia berharap kegiatan ini dapat memasyarakatkan temuan-temuan kebahasaan dan kesastraan daerah. Selain itu, memberi bekal kebahasaan dan kesastraan yang bersifat teoritis dan praktis kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga diharapkan bisa meningkatkan mutu kebahasaan dan kesastraan daerah di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi. Kemudian, menanamkan sikap positif masyarakat, khususnya terhadap bahasa dan sastra daerah, di tengah arus digitalisasi dan globalisasi.

"Dan membentuk jejaring dan komunitas kebahasaan dan kesastraan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, nasional, dan internasional," ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti 124 pemakalah pendamping dan 421 orang peserta daring yang berasal dari akademisi, peneliti, pemerhati bahasa dan sastra daerah, guru, mahasiswa, dan kalangan lainnya. Harapannya, kata dia, seminar ini bisa memberikan dampak yang positif dan manfaat yang berkelanjutan di lingkup Kalimantan Tengah, nasional, dan global. 

"Dengan seminar ini diharapkan upaya pelindungan, pelestarian, dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah berjalan secara masif dan konstruktif," ujarnya.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id