BPPT Manfaatkan TMC untuk Antisipasi Banjir Susulan

    Intan Yunelia - 03 Januari 2020 16:36 WIB
    BPPT Manfaatkan TMC untuk Antisipasi Banjir Susulan
    Peluncuran Pelaksanaan TMC untuk penanggulangan bencana banjir Jabodetabek 2020. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
    Jakarta:  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan reduksi curah hujan yang tinggi di wilayah Jabodetabek, agar banjir yang merendam ibu kota itu segera dapat diatasi.  Upaya mengurangi curah hujan ini dilakukan dengan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

    Kepala BPPT, Hamman Riza mengatakan, pihaknya telah siap menjalankan operasi TMC. Menurutnya curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama pemicu banjir di Jabodetabek di awal tahun ini.

    "Aplikasi TMC selanjutnya mulai dimanfaatkan dengan tujuan mampu mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jakarta.  Dengan demikian, risiko terjadinya dampak banjir yang semakin meluas di DKI Jakarta dan sekitarnya pun dapat semakin ditekan," kata Hamman saat jumpa pers Operasi TMC, di Kantor BPPT, Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Jumat, 3 Desember 2019.

    Operasi TMC ini menurutnya merupakan solusi teknologi dari upaya meminimalisir dampak bencana banjir di Jabodetabek. Yaitu dengan melakukan redistribusi curah hujan, sehingga intensitas hujan yang turun di wilayah Jabodetabek berkurang.

    "Upaya ini dilakukan dengan menjatuhkan hujan di daerah-daerah yang aman seperti Selat Sunda dan Laut Jawa," papar Hammam.

    Tak hanya itu, pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir Jabodetabek 2020 ini juga harus memperhatikan pertumbuhan awan.  Hal ini harus dipantau secara terus-menerus.

    Radar cuaca juga menjadi alat utama untuk melakukan pengamatan near-realtime pertumbuhan awan di daerah Jabodetabek.  Untuk membangun monitoring banjir Jabodetabek ini, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT sejak 2016 sudah mengembangkan Prototype Early Warning System (EWS) banjir Jakarta yang disebut R-RAINBOWS. 

    R-RAINBOW merupakan singkatan dari Radar-Rainfall Observation for Early System.  "R-RAINBOW adalah sebuah sistem observasi dan monitoring curah hujan yang menggunakan radar untuk keperluan peringatan dini bencana banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang ditampilkan melakui sebuah web-GIS interaktif," tuturnya.

    Operasi TMC ini bersinergi dengan BPPT dengan beberapa lembaga pemerintah, yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU).

    BMKG  menginformasikan bahwa diprediksi wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada 2-4 Januari 2020 berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.  Berdasarkan prediksi lembaga-lembaga lain, dalam dua minggu ke depan masih akan terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Jabodetabek.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id