• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 15 OKT 2018 - RP 40.273.617.416

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

SDM Berkualitas Syarat Tercapainya Visi Indonesia 2030

Intan Yunelia - 14 Juni 2018 15:50 wib
Foto: Antara/Didik Suhartono
Foto: Antara/Didik Suhartono

Jakarta: Para cendekiawan dan sejumlah lembaga dunia meyakini skenario Indonesia menjadi negara maju berpendapatan tinggi di 2030 dapat terwujud. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk mewujudkan mimpi tersebut.  

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Alumni Beasiswa Habibie (IABIE), Irwan Presetyo mengatakan, berdasarkan riset lembaga internasional, visi Indonesia 2030 menjadi negara maju dengan klasifikasi negera berpendapatan tinggi (High Income Country) masih sangat mungkin terealisasi. Ditargetkan di tahun 2030 rata-rata pendapatan penduduk Indonesia mencapai USD 15.000.

"Untuk itu dibutuhkan SDM bangsa yang mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang stabil tinggi dengan sumber pertumbuhan yaitu sektor manufaktor yang tangguh dan bernilai tambah tinggi," kata Irwan di Jakarta, Kamis 14 Juni 2018.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2016 Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 12.406,8 triliun.  Sementara pendapatan perkapita baru mencapai Rp 47,96 juta atau USD 3.605 per tahun.

Satu tahun berikutnya, perekonomian Indonesia di 2017 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 13.588,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp 51,89 juta atau USD 3.876.

Visi Indonesia di 2030 tersebut tak semudah membalikan telapak tangan. Mengingat demi mewujudkan itu  pertumbuhan ekonomi rata-rata harus  sebesar 13 % untuk mencapai pendapatan perkapita USD 15.000 dengan pertimbangan depresiasi Rupiah 0,8 persen dan pertumbuhan penduduk 1,1 persen.

"Target tersebut terkesan terlalu muluk dan nyaris mustahil, namun sebagai bangsa pejuang yang dilandasi dengan keimanan yang tinggi harus yakin terhadap Skenario Kamajuan Indonesia 2030," tegas Irwan.

Baca: Menteri Puan: Indonesia Inovator Teratas di Negara Berkembang

Salah satu cara menyingkirkan pesimisme itu dengan tidak terjebak sebagai negara berpendapatan menengah (Middle Income Trap). Negara seperti inilah yang akan kesulitan  masuk sebagai negara industri maju berpendapatan tinggi. 

"Karena kehilangan sumber dan power yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat dari laju inflasinya.," jelas Irwan.

Untuk lepas dan terbebas dari jebakan MIT, maka tidak ada jalan selain menyiapkan SDM bangsa yang inovatif dan berdaya saing Iptek. SDM bangsa tesebut harus mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bersumber pada industri manufaktur dengan mesin penggerak produktivitas yang tinggi.

"Platform nilai tambah produksi yang tinggi dan terwujudnya UMKM berorientasi ekspor, itu merupakan keniscayaan untuk mewujudkan skenario Indonesia 2030," pungkasnya.


(CEU)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.