• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Unhas Tertarik Buka Prodi Ekonomi Digital Syariah

Intan Yunelia - 11 Oktober 2018 19:08 wib
Petugas menghitung uang di Bank Syariah Mandiri, MI/Panca
Petugas menghitung uang di Bank Syariah Mandiri, MI/Panca Syurkani.

Jakarta:  Universitas Hasanuddin akan membuka program studi ekonomi digital yang berbasis syariah. Rencana tersebut masih akan digodok, dan disesuikan dengan perkembangan teknologi keuangan dan ekonomi digital saat ini.  

Rektor Universitas Hasanuddin, Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan, dirinya sudah berdiskusi dengan dekan, wakil dekan, dan dosen tentang pembukaan program studi tersebut.  Ekonomi syariah yang spesifik dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital dan informasi.

"Hasilnya, muncul pemikiran inovatif membuka program studi ekonomi digital berbasis syariah,” kata Dwia dalam siaran pers yang diterima Medcom.id di Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018

Hanya saja, rencana pembukaan prodi baru tersebut masih perlu penyesuaian, dan kajian yang lebih jauh. Sehingga, Dwia  berharap  Islamic Research and Training Institute (IRTI)dan IDB (Islamic Development Bank) bisa membantu Unhas mengembangkan prodi baru tersebut.   

Baca: Presiden: Perguruan Tinggi Lamban Respons Perubahan Global

Universitas Hasanuddin menggelar penandatanganan kerja sama Memorandum of Understandang (MoU) dengan Islamic Research and Training Institute (IRTI).   Melalui kerja sama tersebut, Unhas akan mengembangkan studi ekonomi dan keuangan yang berbasis syariah.

Direktur Jenderal IRTI, Humayon Dar menambahkan industri keuangan syariah akan terus berkembang secara signifikan. Lembaga-lembaga multilateral, seperti IMF dan Bank Dunia, telah mengakui eksistensi dan peran keuangan syariah secara global.

"Ditandai dengan munculnya lembaga-lembaga keuangan dan bank syariah di berbabagi negara. Malah, bank-bank konvensional turut mendirikan lembaga keuangan syariah," tutup Humayon.
(CEU)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.