comscore

Dialog dengan Mahasiswa dan Diaspora di Belanda, Kepala BRIN Ajak Jadi Peneliti

Renatha Swasty - 28 Juni 2022 17:26 WIB
Dialog dengan Mahasiswa dan Diaspora di Belanda, Kepala BRIN Ajak Jadi Peneliti
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko bertemu dengan mahasiswa dan diaspora Indonesia di Belanda. DOK BRIN
Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengadakan pertemuan dengan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Belanda. Pertemuan yang diselenggarakan di Kedutaan Besar Indonesia di Den Haag itu untuk menjalin komunikasi dengan mahasiswa dan diaspora di Belanda.

Dalam pertemuan, Handoko mengenalkan BRIN sebagai satu-satunya lembaga riset pemerintah di Indonesia. Beberapa hal yang disampaikan, antara lain struktur organisasi BRIN, mekanisme pendanaan riset, dan program pengembangan sumber daya manusia periset.
Handoko mengajak mahasiswa dan diaspora di Belanda yang ingin menjadi periset dapat bergabung dengan BRIN. Dia menyebut banyak jalur yang dapat diambil bila mahasiswa dan diaspora kelak ingin bergabung dengan BRIN, misalnya melalui jalur penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau jalur penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Beberapa pertanyaan muncul saat dialog antara Handoko dan mahasiswa serta diaspora. Salah satu pertanyaan soal status PNS atau PPPK di BRIN diperbolehkan melakukan double afiliasi.

Handoko menuturkan berdasarkan aturan di BRIN, double afiliasi tidak diperbolehkan.

“Afiliasi tidak dibolehkan di BRIN, sebab aturan yang berlaku tidak mengizinkan untuk melakukan itu, namun tetap diberikan waktu untuk menyelesaikan proses afiliasi tersebut. Lamanya proses afiliasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat kolaborasi dengan pihak lainnya,” kata Handoko dikutip dari laman brin.go.id, Selasa, 28 Juni 2022.

Pertanyaan lainnya, terkait pembentukan serikat pekerja akademik. Serikat ini dapat dijadikan sebagai wadah menyuarakan pendapat bagi pekerja di bidang akademik.

“Serikat akademik tidak bisa diwujudkan di BRIN, karena tidak ada regulasinya, karena kegiatan akademik waktunya tidak bisa ditentukan, tergantung dari kegiatan akademik yang sedang dilakukan,” jawab Handoko.

Sementara itu, seorang pekerja di The European Space Agency (ESA), Trismono, menanyakan budaya senioritas periset di BRIN. Menjawab pertanyaan ini, Handoko menegaskan di BRIN telah menerapkan Key Performance Indicator (KPI).

“Saat ini di BRIN sudah menerapkan KPI berbasis output untuk setiap pegawai BRIN, sehingga setiap individu harus mencapai KPI tersebut, kalau tidak maka tunjangannya akan dipotong, oleh karena itu tidak ada lagi senior dan junior, semua harus memenuhi KPI-nya masing-masing,” tutur dia.

Handoko mengajak mahasiswa membangun riset di Indonesia. Dia menyebut suasana penelitian ke depan akan berubah ke arah yang lebih baik dengan adanya upaya BRIN.

BRIN telah menyiapkan beberapa regulasi maupun mekanisme pendanaan penelitian. “Upaya ini diharapkan segera dapat mewujudkan penelitian yang lebih baik lagi dapat tercapai,” tutur dia.

Kepala BRIN beserta rombongan juga mengunjungi Naturalis Biodiversity Center (NBC) yang berlokasi di Leiden. NBC adalah lembaga penelitian nasional Belanda yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati dan museum sejarah alam.

Naturalis adalah penggabungan dari Zoological Museum Amsterdam (ZMA), National Museum Sejarah Alam Naturalis dan tiga (Leiden, Wageningen, Utrecht) National Herbarium Belanda (NHN). Kunjungan ke NBC untuk studi banding mengenai cara NBC merawat koleksi hewan yang telah diawetkan dan melihat infrastruktur pendukung, baik berupa bangunan maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan delegasi ditunjukkan beberapa koleksi hewan yang diawetkan yang terawat baik yang dapat digunakan untuk penelitian maupun museum. Koleksi yang dimiliki oleh NBC jumlahnya ribuan, terdiri atas hewan di darat maupun laut yang berasal dari berbagai dunia.
 
Baca juga: BRIN Jajaki Kolaborasi Pendanaan Riset dengan Lembaga Penyandang Dana di Belanda, NWO


(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id