IKU Jadi Acuan Kampus untuk Bergerak di 2021

    Ilham Pratama Putra - 01 Januari 2021 15:06 WIB
    IKU Jadi Acuan Kampus untuk Bergerak di 2021
    ilustrasi mahasiswa. Foto: MI/Barry Fathahillah



    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Merdeka Belajar Episode Keenam. Salah satunya adalah meminta Perguruan Tinggi Negeri untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai bagian dari transformasi pendanaan perguruan tinggi di program Kampus Merdeka.

    Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Jamal Wiwoho meminta para rektor menjadikan IKU sebagai acuan untuk bergerak di 2021.  "IKU itu menjadi acuan di perguruan tinggi, untuk menjaga kualitas lulusan, kualitas Sumber Daya Manusia dan kualitas prosesnya (pendidikan) seperti apa," kata Jamal kepada Medcom.id, Jumat, 1 Januari 2020.

     



    Dia meminta para rektor lebih memperhatikan kualitas lulusan. Setelah lulus, para mahasiswa tetap harus diperhatikan perkembangannya.  "Apakah kembali studi, bekerja di mana, atau menjadi wirausahawan," lanjut Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) itu.

    Para rektor, kata Jamal, juga harus mengamankan IKU di 2021. Sebab IKU merupakan target baru bagi keberhasilan perguruan tinggi.

    Jamal menyatakan keberhasilan meraih IKU bisa dilakukan dengan berbagai macam hal. Kampus, kata dia, harus berani berinovasi.  "Jadi mengamankan IKU itu dengan banyak variasi. Artinya bisa saja bagaimana mengubah kurikulumnya, bagaimana mengubah mindest dosen mahasiswa, kemudian mendekatkan kampus dengan dunia usaha dan dunia industri, itu yang segera dirancang," terang Jamal.

    Baca juga:  MRPTNI Minta Nadiem Kawal IKU Kampus Merdeka di 2021

    Kampus negeri yang behasil meraih IKU akan diberi tambahan pendanaan di tahun 2021 sebesar Rp 1,3 triliun. IKU sendiri memiliki delapan poin penilaian. Delapan poin inilah yang harus dicapai oleh perguruan tinggi.

    Penilaian mulai dari melihat lulusan satu kampus apakah mendapat pekerjaan yang layak, kemudian mendapat pengalaman di luar kampus. Lalu, apakah dosennya memiliki kegiatan di luar kampus dalam artian mencari pengalaman di industri.

    Selain itu IKU juga bakal menjadi alat untuk melihat apakah ada praktisi dari industri yang mengajar di dalam kampus, melihat prodi berstandar internasional, menilai kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Kemudian dilihat pula apakah prodi kampus memiliki mitra kelas dunia dan apakah ada hasil kerja dosen yang digunakan masyarakat sehingga menjadi rekognisi internasional.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id